KILASJATIM. COM, Sidoarjo – PT Pertagas Niaga hingga kini sudah menyelesaikan pembangunan jaringan gas (jargas) di Kabupaten Sidoarjo. Targetnya hingga akhir tahun 7000 sambungan, saat ini baru mencapai 29.961 Sambungan Rumah Tangga (SR). Dari jumlah tersebut 22.994 sebagai pelanggan aktif.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono menjelaskan Sidoarjo merupakan salah satu daerah awal pengembangan Jargas yang dibangun melalui pembiayaan APBN.
Pembangunan jaringan di Sidoarjo dimulai sekitar 2010. Salah satu pertimbangannya adalah dukungan pemerintah daerah yang tidak membebankan retribusi terhadap penggunaan ruang milik daerah untuk pemasangan pipa. Kebijakan tersebut dinilai penting agar biaya pembangunan tidak kembali membebani masyarakat.
“Sidoarjo itu termasuk daerah yang pertama kali ada jaringan gas. Penyambungan Jaringan gas mulai tahun 2009, untuk Sidoarjo tahun 2011 mulai kita pasang. Sidoarjo sebagai daerah penghasil migas diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat sumber daya energi dari wilayahnya, ” ujar Agung Kuswardoyo di acara kunjungan
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman untuk meninjau pengoperasian Jargas untuk rumah tangga di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jumat (18/9/2026).
Dijelaskan Agung secara nasional, pembangunan Jargas dari 2009 hingga 2026 telah mencapai hampir 703.000 SR. Pada 2026, pemerintah menyelesaikan pembangunan sekitar 119.293 atau hampir 120.000 sambungan di 15 kabupaten/Pemerintah menargetkan pembangunan 1 juta sambungan rumah tangga yang mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai pada 2028.
“Untuk Sidoarjo, target pembangunan pada 2026 mencapai 7.000 sambungan. Jaringan yang telah terpasang dan dimanfaatkan masyarakat saat ini tersebar di 13 kecamatan, dengan Candi, Waru, dan Tanggulangin menjadi wilayah yang telah tersambung, ” jelasnya dihadapan undangan.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman mengatakan, pengembangan Jargas merupakan bagian dari program pemerintah yang terus dikawal agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
“Pembangunan Jargas di Sidoarjo merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, SKK Migas, BGN, dan operator jaringan. ini merupakan hasil kerja nyata, kerja keras yang sudah kita lakukan, yang kemudian akhirnya dinikmati oleh masyarakat,” kata Dudung.
Ditambahkan Dudung, penggunaan Jargas memberikan kemudahan bagi masyarakat karena pasokan gas tersambung langsung ke rumah dan tidak bergantung pada ketersediaan tabung LPG.
Dudung juga meminta operator menjaga keandalan jaringan dan kualitas pelayanan, baik bagi pelanggan lama maupun pelanggan baru.
“Khusus di wilayah ekspansi PGN di Sidoarjo, saya menambahkan satu permintaan kepada PT Perusahaan Gas Negara: jagalah keandalan jaringan dan kualitas layanan bagi pelanggan lama, sekaligus dengan bertambahnya pelanggan baru,” tegasnya.
Sementara Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan Pemkab Sidoarjo menyambut baik program Jargas karena daerah tersebut merupakan kawasan industri dengan aktivitas usaha masyarakat yang besar.
“Sidoarjo ini adalah daerah industri dengan jumlah industri yang paling banyak di Jawa Timur. UMKM kita kurang lebih hampir 225 ribu yang ada di Sidoarjo. Keberadaan Jargas tidak hanya penting bagi rumah tangga, tetapi juga berpotensi membantu pelaku usaha yang selama ini menggunakan LPG atau bahan bakar lain untuk produksi, ” ujar Subandi.
Subandi juga berharap pengembangan Jargas bisa terpasang di kawasan Desa Tropodo Kecamatan Krian. Wilayah tersebut sebelumnya menjadi sorotan karena aktivitas produksi tahu yang menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar.
“Kami sangat berharap jaringan gas dapat menjangkau kawasan tersebut pada 2027 sehingga kebutuhan energi pelaku usaha dapat dipenuhi tanpa membakar sampah plastik.
Pemkab Sidoarjo, katanya, siap mendukung pengembangan Jargas, termasuk membantu proses perizinan agar pembangunan jaringan dapat terus berjalan,” pungkas Subandi. (nov)
