ARTSUBS Tak Sekadar Jual Karya Seni

oleh -127 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pameran seni rupa kontemporer ARTSUBS 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang transaksi karya seni, tetapi juga sebagai upaya membangun ekosistem seni dan memberi dampak lebih luas bagi masyarakat serta kota.

Direktur ARTSUBS, Rambat, mengatakan seni memiliki daya transformatif yang dapat membuka cara berpikir, memperluas wawasan, dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. “Seni bukan hanya barang yang diperjualbelikan atau karya yang dipajang di ruang pamer. Seni dapat membuka cara berpikir, memperluas wawasan, dan mencerahkan kehidupan masyarakat,” terang Rambat dalam jumpa pers di Kokoon Hotel Surabaya, Kamis (17/9/2026).

Menurut pemilik Galeri Djagat di Bali tersebut, ARTSUBS digelar di Surabaya karena memiliki misi berbeda dengan aktivitas galerinya yang lebih berorientasi pada pencarian personal dan intim.

ARTSUBS, kata dia, diarahkan untuk membangun ekosistem seni yang inklusif dan melibatkan masyarakat lebih luas.
Surabaya dipilih karena dinilai masih memiliki ruang besar untuk mengembangkan ekosistem seni. Rambat menyebut pembangunan ekosistem seni di Surabaya seperti “bertani di padang pasir”, karena tantangannya besar, tetapi menyimpan potensi yang perlu dibuktikan.

Kurator ARTSUBS, Nirwan Dewanto, menambahkan kota besar yang sehat tidak hanya bertumpu pada ekonomi, tetapi juga membutuhkan perkembangan seni, olahraga, pengetahuan, dan kreativitas.

Sementara itu, kurator ARTSUBS, Asmujo Jono Irianto, mengatakan pameran berskala besar dapat menjadi ruang pertemuan antara seniman, karya, publik, kolektor, akademisi, dan pelaku seni. Pertemuan tersebut dinilai penting untuk membentuk ekosistem seni yang berkelanjutan.

ARTSUBS 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 8 November 2026 di kompleks Balai Pemuda Surabaya. Jumpa pers tersebut turut difasilitasi Henri Nurcahyo selaku Humas ARTSUBS.(tok)

Baca Juga :  Gresik United Bidik Kemenangan Wajib Saat Hadapi Waanal Brothers di Liga 3 Nusantara