Khofifah Ajak Mahasiswa Unhan Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

oleh -20 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Khofifah Dorong Mahasiswa Unhan Perkuat Kedaulatan Pangan Berbasis Sains

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) ikut memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Menurut Khofifah, penguatan pangan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Sains, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor juga diperlukan agar sektor pangan semakin produktif dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menerima kunjungan 109 mahasiswa FKN Unhan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/9/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memaparkan sejumlah potensi Jawa Timur, terutama sektor pangan. Ia menyebut Jatim memiliki posisi strategis dalam menopang produksi pangan nasional.

Salah satunya produksi padi. Berdasarkan potensi produksi Januari-Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka itu naik 5,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara sekitar 5,69 juta ton beras.

Khofifah mengatakan penguatan pangan tidak boleh berhenti pada beras. Jawa Timur juga memiliki potensi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gula konsumsi nasional.

“Kalau kita sama-sama punya tekad kuat, tahun ini Insya Allah kita bisa mencapai swasembada gula untuk konsumsi tanpa melakukan impor gula konsumsi.”

Menurut dia, optimisme tersebut ditopang program bongkar ratoon dan revitalisasi sejumlah pabrik gula. Program itu diharapkan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus rendemen tebu.

Selain tanaman pangan, Khofifah menyoroti potensi peternakan Jawa Timur. Populasi sapi potong di provinsi ini mencapai sekitar 3,5 juta ekor.

Jatim juga memiliki Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Malang. Fasilitas milik Kementerian Pertanian tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi reproduksi ternak dan pembelajaran bagi tenaga inseminator.

“Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran inseminator dan pengawas kebuntingan sekaligus pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul,” kata Khofifah.

Baca Juga :  PEPC JTB Komitmen Transparan dalam Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa

Ia menilai pengembangan teknologi di sektor peternakan dapat membantu meningkatkan produksi daging dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dengan penguatan berbasis sains, prosesnya bisa lebih produktif dan kualitatif,” ujarnya.

Khofifah juga mengaitkan ketahanan pangan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Jawa Timur memiliki wilayah luas dengan berbagai potensi bencana yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun produksi pangan.

Data BPBD Jawa Timur mencatat sekitar 92-97 persen kejadian bencana pada 2022-2025 merupakan bencana hidrometeorologi. Hingga 25 Maret 2026, tercatat 115 kejadian bencana.

Karena itu, menurut Khofifah, mitigasi dan kesiapsiagaan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Ia berharap mahasiswa Unhan memanfaatkan studi lapangan di Jawa Timur untuk melihat langsung potensi sekaligus persoalan yang dihadapi daerah.

“Silakan dieksplor. Setelah itu mohon diberikan masukan kepada kami sehingga bisa berbenah dan melakukan yang lebih baik lagi.”

Sementara itu, Dekan FKN Unhan RI Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan mahasiswa menguji teori yang dipelajari dengan kondisi di lapangan.

Menurut Nefra, keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga kemampuan berbagai komponen bangsa membangun ketahanan secara bersama-sama.

“Para mahasiswa ingin melihat kesesuaian antara teori yang mereka pelajari dengan fakta di lapangan,” ujarnya.

Selain kunjungan belajar, Pemprov Jatim dan Unhan RI menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Kerja sama itu melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pendidikan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, BPBD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. (FRI)