KILASJATIM.COM, Banjarmasin – Posisi KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat. Kapal juga berada dalam kondisi terbalik, sehingga upaya penyelaman ke dalam badan kapal menghadapi risiko tinggi.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pergeseran diketahui dari perubahan titik datum kapal pada hari kedua operasi SAR. Bangkai kapal bergerak mengikuti arus di sekitar lokasi.
“Posisi datum kapal Virgo Transport 8 saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile ke arah barat dalam kondisi terbalik,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin yang dikutip, Selasa (15/9/2026).
Kondisi kapal yang terbalik membuat Basarnas belum bisa memaksakan penyelaman ke dalam badan kapal. Tim harus memastikan kondisi cuaca, lingkungan bawah laut, serta faktor keselamatan penyelam.
“Kalau posisinya tengkurap, saat tim penyelam masuk tentunya memiliki risiko tersendiri. Operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first,” ujarnya.
Risiko juga muncul dari ruang-ruang kosong di dalam kapal. Perubahan tekanan bisa terjadi jika penyelam membuka sekat tertentu, sehingga membahayakan keselamatan.
Karena itu, Basarnas akan melibatkan personel dengan pengalaman dan keahlian khusus untuk menentukan metode pencarian pada hari ketiga operasi. Salah satu opsi yang dikaji ialah mengubah posisi kapal agar bagian dalam lebih memungkinkan dijangkau.
“Kami akan melaksanakan diskusi dan melibatkan personel yang memiliki kemampuan, baik pengalaman maupun pendidikan di kondisi-kondisi ini,” kata Syafii.
Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, 114 dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8 telah ditemukan. Sebanyak 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan.
Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri dari 85 korban selamat dan satu korban meninggal yang telah diserahkan kepada keluarga.
Satu korban meninggal lainnya dievakuasi ke Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, untuk diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri.
Sementara itu, satu korban selamat tiba di Lanud Syamsudin Noor menggunakan helikopter Basarnas. Sebanyak 26 korban lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti, terdiri dari 22 korban selamat dan empat korban meninggal.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Pergeseran bangkai kapal dan kondisinya yang terbalik kini menjadi tantangan baru bagi tim SAR, terutama untuk menentukan cara paling aman menjangkau bagian dalam kapal. (cit)
