Untag Surabaya Olah Limbah Jadi Kompos dan Pakan

oleh -396 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan konsep zero waste sebagai bagian dari program eco campus sekaligus mendukung target menjadi World Class University.

Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, mengatakan konsep tersebut dikembangkan melalui siklus pemanfaatan limbah di rooftop lantai empat kampus. Lahan itu juga dimanfaatkan untuk penanaman hidroponik. “Jadi, kami bikin sebuah siklus yang kita namakan zero waste. Kami memanfaatkan lahan di lantai empat, kami punya rooftop yang nanti dimanfaatkan untuk penanaman hidroponik,” terang  Supangat, Senin (14/9/2026).

Dalam sistem tersebut, limbah tanaman tidak langsung dibuang, tetapi diolah kembali menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan. Untag juga mengintegrasikan kelinci dan ikan lele dalam ekosistem tersebut. Limbah tanaman dapat digunakan sebagai pakan, sedangkan kotoran kelinci diolah menjadi kompos untuk mendukung tanaman hidroponik. “Limbah kelinci itu bisa menjadi kompos. Kita olah ada komposisinya. Komposisi itu yang nanti menjadi komposit di tanaman hidroponik kita. Nah, terus begitu siklusnya,” jelasnya.

Untag juga mengembangkan mesin pengolah bahan menjadi pelet melalui modifikasi peralatan yang sudah tersedia di masyarakat. Mesin tersebut dilengkapi motor penggerak, pisau pencacah, dan pemotong sehingga bahan dapat diolah menjadi butiran (pelet) sesuai kebutuhan. “Mesin itu dimodifikasi biar berdaya guna, tepat guna kepada masyarakat. Bahan yang sudah ada di masyarakat dan harganya murah tinggal dimodifikasi,” ungkap Supangat.

Menurutnya, pengelolaan limbah menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kampus berkelanjutan dan pencapaian World Class University. “Bagian dari World Class University itu salah satunya bagaimana kita bisa menangani limbah,” tuturnya.

Selain zero waste, Untag Surabaya menyiapkan efisiensi energi melalui rencana pemasangan solar cell di sejumlah rooftop kampus.b“Di samping juga efisiensi energi yang nanti kita bangun solar cell di seluruh rooftop-rooftop itu,” pungkas Supangat.(tok)

Baca Juga :  Bupati Sragen Apresiasi PG Mojo, PT SGN Perkuat Komitmen ESG dan Kesejahteraan Petani Tebu