300 Warga Banyuwangi Jalani Cuci Darah, 28 Pasien Masih di Bawah Usia 30 Tahun

oleh -342 Dilihat
Oleh
Zulfan Tri Adji
Kadis KEsehatan Banyuwangi, Amir Hidayat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Kasus penyakit gagal ginjal kronis di Banyuwangi menjadi perhatian setelah sedikitnya 300 warga kini harus menjalani hemodialisis atau cuci darah. Yang mengkhawatirkan, sebanyak 28 pasien di antaranya masih berusia di bawah 30 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, peningkatan kasus penyakit metabolik menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai sepanjang 2026. Penyakit tersebut meliputi hipertensi, penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal.

Menurut Amir, pola hidup dan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Kurangnya asupan cairan, ditambah pola makan yang tidak seimbang, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan termasuk penyakit yang berkaitan dengan fungsi ginjal.

“Kebutuhan ideal tubuh sekitar dua liter air atau setara delapan gelas setiap hari untuk membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal,” ungkap Amir, Minggu (13/9/2026).

Konsumsi Gula dan Minuman Instan Jadi Perhatian

Selain kurang minum, Dinkes Banyuwangi juga menyoroti tingginya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula di kalangan remaja.

Minuman instan, minuman bersoda, hingga berbagai makanan kekinian yang dikonsumsi secara berlebihan dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena konsumsi sayur dan buah masih rendah. Di sisi lain, aktivitas fisik anak dan remaja juga dinilai belum optimal.

Berdasarkan pemantauan Dinkes Banyuwangi, banyak anak dan remaja lebih sering menghabiskan waktu menggunakan gawai dibandingkan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.

“Sudah asupan nutrisinya kurang, aktivitas fisiknya kurang juga, nah ini berisiko,” tegas Amir.

Dinkes Banyuwangi Gencarkan Edukasi

Melihat kondisi tersebut, Dinkes Banyuwangi akan terus mengintensifkan edukasi mengenai pola hidup sehat melalui fasilitas pelayanan kesehatan maupun sekolah.

Baca Juga :  Indosat Ooredoo Buka Gerai di Banyuwangi, Fokus ke Customer Experience

Masyarakat, khususnya anak muda, diimbau mulai memperhatikan kecukupan konsumsi air putih, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, serta mengurangi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi.

Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan risiko penyakit metabolik sekaligus menjaga kesehatan ginjal sejak usia muda.

Data 300 warga yang menjalani hemodialisis, termasuk 28 pasien berusia di bawah 30 tahun, menjadi pengingat bahwa gagal ginjal kronis tidak hanya menjadi ancaman bagi kelompok usia lanjut. Pencegahan melalui pola hidup sehat perlu dilakukan sedini mungkin.(zul)