Pemkab Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai

oleh -412 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama The Partnership for Plastics in Indonesian Society (PISCES), Alner, dan Gerakan Banyuwangi Hijau mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau refill sebagai upaya mengurangi sampah kemasan sekali pakai.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dengan mengisi ulang produk menggunakan wadah yang dapat digunakan berulang kali. Dengan demikian, jumlah kemasan sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah dapat ditekan sejak dari sumbernya.

Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam acara Banyuwangi ASRI yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Pendopo Sabha Swagata, Minggu (6/9/2026).

Melalui layanan refill, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, deterjen, beras, minyak goreng, dan produk lainnya dengan membawa wadah sendiri. Konsumen juga dapat menggunakan wadah yang disediakan oleh Alner.

Director PISCES Prof. Susan Jobling dari Brunel University, Inggris, mengatakan program refill menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pengelolaan sampah secara sirkular di Banyuwangi.

Menurut dia, ekosistem tersebut sebelumnya telah dikembangkan melalui Gerakan Banyuwangi Hijau dan Project STOP. Program tersebut mencakup pembangunan TPS3R, dukungan armada dan tenaga pengangkutan, penguatan kelembagaan, pembiayaan, hingga pengembangan sistem pengumpulan sampah.

“Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu dan dukungan lintas sektor. Peneliti, sektor swasta, dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bekerja bersama,” kata Susan.

PISCES mendukung Alner sebagai pelaksana utama pilot komersial fasilitas refill, baik dari sisi akademik maupun finansial.

Sejak 2023, PISCES juga menginisiasi Living Lab di Banyuwangi sebagai ruang kolaborasi antara peneliti, pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan para inovator dalam mengembangkan berbagai solusi pengelolaan sampah plastik.

Sementara itu, CEO Alner Bintang Ekananda mengatakan, layanan refill saat ini telah bermitra dengan 20 toko yang tersebar di Kecamatan Kalipuro, Giri, Glagah, dan Banyuwangi.

Baca Juga :  Pemkab Banyuwangi Cegah Risiko Jerat Pinjol di Kalangan ASN

Ke depan, jaringan layanan tersebut akan terus diperluas dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk PKK, Dharma Wanita, serta warung-warung yang akan berperan sebagai reseller melalui sistem konsinyasi.

Bintang menjelaskan, mekanisme refill memungkinkan konsumen menggunakan wadah milik sendiri maupun wadah yang disediakan Alner. Wadah milik Alner yang telah digunakan dapat dikembalikan untuk kemudian dikumpulkan dan dicuci sebelum dikirim kembali kepada produsen untuk diisi ulang.

“Dengan mekanisme ini, kemasan dapat digunakan kembali sehingga sampah kemasan sekali pakai dapat ditekan sejak dari sumbernya,” ujar Bintang.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, pengembangan sistem refill memberikan pilihan baru kepada masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan produk dan kemasan sekali pakai.

“Setiap kemasan yang tidak menjadi sampah berarti mengurangi beban rumah tangga, petugas, kendaraan, fasilitas pengolahan, hingga tempat pemrosesan akhir,” kata Mujiono.

Melalui pengembangan ekosistem refill ini, Banyuwangi diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah plastik dan kemasan sekali pakai.(zul)