BBM Langka di Bondowoso, Antrean SPBU Mengular hingga 100 Meter

oleh -607 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan
Foto Istimewa

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengular hingga ke luar area SPBU dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga terdampak kemacetan parah di jalur Ketapang, Banyuwangi.

Pantauan di SPBU Kembang, Bondowoso, Senin (7/9/2026) pagi, menunjukkan antrean panjang kendaraan pada jalur pengisian Pertalite. Antrean bahkan mengular hingga sekitar 100 meter ke luar area SPBU.

Antrean tersebut terdiri atas kendaraan roda dua dan roda empat yang memenuhi dua lajur. Hingga pagi hari, kepadatan kendaraan masih terlihat di sekitar SPBU.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Tamansari. Antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan mencapai kawasan di sebelah selatan lampu lalu lintas.

Tak hanya menghadapi antrean panjang, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya memperoleh berbagai jenis BBM. Sejumlah warga mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mendapatkan bensin maupun solar.

Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso berinisial H mengaku harus mencari BBM hingga sekitar pukul 02.00 WIB.

Ia berkeliling mencari solar maupun bensin untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Akhirnya motor dinas kehabisan bensin dan diparkir di kantor. Saya baru sampai rumah jam 02.00 dini hari. Semua jenis BBM habis, langka semua,” terangnya.

Keluhan serupa disampaikan Ningsih, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Meski rumahnya berada tidak jauh dari SPBU, ia memilih membeli BBM secara eceran karena tidak sanggup mengantre terlalu lama.

Menurut Ningsih, harga BBM eceran yang dibelinya lebih mahal sekitar Rp2.000 dibandingkan harga normal.

Baca Juga :  Astra Serahkan Bantuan Tahap ke Empat Rp 25 Miliar ke Warga Terdampak Covid 19

“Beli Pertalite satu botol bekas air mineral ukuran besar harganya Rp20.000, biasanya kan Rp18.000,” ujarnya.

Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi, membenarkan adanya antrean panjang kendaraan. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan keterlambatan pasokan BBM setelah jalur Ketapang, Banyuwangi, mengalami kemacetan parah.

Kondisi tersebut membuat distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Bondowoso ikut terdampak. Untuk menjaga ketersediaan BBM, pengiriman pasokan mulai dialihkan dari Malang dan Surabaya.

“Iya, kurang lebih sama seperti Jumat kemarin. Cuma sekarang kiriman dialihkan dari Surabaya dan Malang. Mungkin pasokannya masih dibagi agar merata dulu sampai kondisi di Banyuwangi kondusif,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Manager SPBU Tamansari, Jagir. Ia mengatakan, sejumlah SPBU di Bondowoso mulai menerima pasokan bantuan dari Surabaya dan Malang pada Senin (7/9/2026) pagi.

Menurutnya, kemacetan di Banyuwangi sebelumnya menghambat proses pengiriman BBM menuju Bondowoso.

Sebagai contoh, pasokan yang seharusnya tiba di SPBU Tamansari pada Minggu (6/9/2026), baru sampai pada Senin pagi. Selain terlambat, jumlah pasokan yang diterima juga jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.

“Jatah yang datang sekarang hanya 8 KL untuk Solar dan Pertalite. Biasanya pasokan normal bisa mencapai 24 KL,” ungkapnya.

Jagir menambahkan, pasokan dari Surabaya dan Malang tersebut merupakan bantuan untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah terganggunya jalur distribusi.

“Ini bantuan dari Surabaya dan Malang, jadi pengirimannya agak terlambat,” pungkasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan pada jalur distribusi di wilayah Banyuwangi turut berdampak terhadap ketersediaan BBM di Bondowoso. Masyarakat pun berharap pasokan segera kembali normal agar antrean panjang di SPBU dapat terurai dan kebutuhan BBM warga dapat terpenuhi.(wan)