KILASJATIM.COM, Surabaya – Sejumlah warga Surabaya mengeluhkan air PDAM yang tiba-tiba keruh dan berbau menyengat. Keluhan muncul di sejumlah wilayah sejak Sabtu (5/9) malam.
Keluhan itu antara lain datang dari warga Dapuan Baru, Gunung Sari, Kedurus, Petemon, Simo, Babatan Indah, Jambangan hingga Gayungsari. Kondisi air membuat warga khawatir menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Mudjiadi (62), warga Dapuan Baru, mengatakan air di rumahnya berubah sejak Minggu pagi. Air yang mengalir terlihat keruh dan mengeluarkan bau yang menurutnya menyerupai cairan pembersih lantai.
“Airnya bau seperti cairan pembersih lantai, keruh. Tanya tetangga juga gitu,” kata Mudjiadi, Senin (7/9/2026).
Kondisi tersebut membuat Mudjiadi khawatir, terutama karena air digunakan untuk kebutuhan keluarga. Dia takut air itu berdampak pada kulit anaknya.
Keluhan serupa disampaikan Agung (49), warga Grudo. Menurut dia, air awalnya terlihat normal. Namun setelah tertampung di bak mandi, air berubah keruh dan mengeluarkan bau yang tidak biasa.
“Awalnya terlihat biasa. Setelah tertampung di bak mandi terlihat keruh dan bau bahan kimia,” ujarnya.
Agung mengatakan kondisi tersebut telah dilaporkan kepada PDAM sejak Sabtu (5/9) malam. Namun, hingga Minggu pagi, menurut dia, kondisi air belum berubah.
Gangguan itu turut memengaruhi aktivitas rumah tangga, terutama untuk mandi dan mencuci.
“Ya mau pakai air apa lagi. Tetap pakai air itu,” tuturnya.
PDAM Turunkan Tim
PDAM Surya Sembada mengaku telah menerima laporan mengenai kondisi air yang dikeluhkan warga. Tim kemudian diterjunkan untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Saat ini sedang dilakukan pengecekan,” kata Widya, Humas PDAM Surya Sembada, saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini ditulis, PDAM belum menjelaskan penyebab air menjadi keruh dan berbau. Pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan kondisi air dan penyebab perubahan tersebut. (cit)
