KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) mengukuhkan 1.059 lulusan program diploma, sarjana, magister, dan doktor dalam wisuda yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (6/9/2026). Wisuda dipimpin Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., dan dihadiri pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta mitra pemerintah dan dunia usaha.
Dalam sambutannya, Siti Marwiyah mendorong lulusan untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, tuntutan dunia kerja dan masyarakat membutuhkan kemampuan yang terus diperbarui. “Ilmu di kampus hanyalah sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan untuk eksis di masyarakat. Teruslah belajar selama hayat dikandung badan. Bagi lulusan S1 silakan lanjut S2, dan yang S2 lanjut ke S3,” terang Guru Besar Bidang Hukum Tata Negara tersebut.
Pesan untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Ia mendorong lulusan Unitomo menjadi pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. “Jangan batasi diri hanya mencari kerja. Saya berharap lulusan ini mampu mencetak lapangan kerja baru, apalagi sekarang didukung kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat,” kata Dyah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., mengapresiasi konsistensi Unitomo dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Ia menilai perguruan tinggi harus terus berinovasi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tengah transformasi digital.
Unitomo juga menargetkan lulusan semakin cepat terserap dunia kerja. Berdasarkan data Pusat Karier dan Tracer Study (PKTS) Unitomo, sebanyak 87 persen lulusan telah memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Sekitar 250 calon wisudawan bahkan sedang menjalani proses rekrutmen di dua perusahaan mitra. “Target kami, mayoritas lulusan Unitomo harus terserap kerja dalam waktu kurang dari satu bulan. Ini adalah komitmen institusi kami,” tegas Siti Marwiyah.
Ia menambahkan, Unitomo memperkuat kompetensi lulusan melalui sertifikasi profesi dan penyelarasan kurikulum dengan isu strategis nasional, termasuk ketahanan pangan dan transformasi ekonomi.
Siti juga mengingatkan para lulusan bahwa mereka memasuki dunia kerja di tengah momentum bonus demografi Indonesia. Mengacu data BPS 2025, jumlah penduduk usia produktif mencapai sekitar 199 juta jiwa. “Jika bonus demografi adalah peluang bangsa, maka Unitomo adalah salah satu ibu yang melahirkan masa depan itu. Bangsa ini membutuhkan orang yang pintar menggunakan peluang dan berani mengambil risiko,” tandasnya.(tok)
