Tutup FKN 9, Pemkab Bondowoso Tekankan Pentingnya Hilirisasi Kopi dan Tembakau

oleh -348 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Festival Kopi Nusantara (FKN) ke-9 dan Tembakau Tahun 2026 resmi ditutup. Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk terus mengembangkan kopi dan tembakau sebagai komoditas unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan, festival ini menjadi bukti kesiapan daerah untuk terus maju di tengah geliat pembangunan. Semangat tersebut juga terlihat dari semakin kreatifnya generasi muda Bondowoso dalam menghadirkan berbagai inovasi dan kegiatan positif di ruang publik.

As’ad turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemenang lomba dalam rangkaian festival. Prestasi yang diraih diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan membawa nama baik Bondowoso.

Menurutnya, perjalanan membangun daerah memiliki filosofi yang tidak jauh berbeda dengan kopi. Sesuatu yang pahit dapat menghasilkan kenikmatan ketika diolah dengan hati. Begitu pula dengan pembangunan, yang membutuhkan ketekunan, kesabaran dan kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Melalui FKN ke-9 dan Tembakau 2026, pemerintah daerah ingin kembali membangkitkan gelora Bondowoso Republik Kopi. Kopi Arabika Ijen-Raung serta tembakau berkualitas khas Bondowoso dinilai memiliki potensi besar untuk semakin dikenal hingga pasar internasional.

Namun, pengembangan komoditas unggulan tersebut tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Bondowoso harus berani bergerak menuju hilirisasi, sehingga kopi dan tembakau tidak sekadar dijual sebagai bahan mentah.

“Kopi Bondowoso harus diproses untuk menghasilkan produk inovatif, beragam, dan bernilai tambah tinggi yang dapat dipasarkan di tingkat nasional dan internasional,” tegas As’ad.

Untuk mewujudkan langkah tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku UMKM, akademisi dan generasi muda. Sinergi itu diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, menggerakkan perekonomian masyarakat serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Tiga Kali Erupsi, Gunung Semeru Muntahkan Abu Hingga 1.000 Meter

Menutup rangkaian festival, As’ad juga mengajak para siswa dan seluruh masyarakat Bondowoso untuk terus mencintai dan bangga terhadap produk lokal.

Menurutnya, kecintaan terhadap produk daerah harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun Bondowoso yang semakin maju dan berdaya saing.(wan)