Dari PHK ke Jalan Pengabdian, Kisah Dadik Prayitno Menemukan Harapan Bersama Gojek

oleh -334 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tahun 2015 menjadi titik balik dalam kehidupan Dadik Prayitno. Setelah dua dekade bekerja di industri asuransi, perusahaan tempatnya bekerja tiba-tiba gulung tikar. Kondisi tersebut membuat Dadik harus menghadapi ketidakpastian, terlebih saat itu anak-anaknya masih membutuhkan banyak perhatian dan dukungan.

Sebagai kepala keluarga, pria berusia 52 tahun itu tidak ingin berlama-lama larut dalam keterpurukan. Ia pun mencari jalan lain untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarganya.

Harapan datang ketika layanan Gojek mulai memperluas operasionalnya di Surabaya. Bahkan sebelum layanan tersebut resmi diluncurkan, Dadik sudah lebih dulu turun ke jalan dan mengajak sejumlah kawan untuk bersama-sama menjadi mitra driver.

“Tujuan saya sederhana, cuma untuk keluarga,” kenang Dadik.

Keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai mitra driver Gojek. Ketekunan Dadik bahkan langsung membuahkan hasil. Hanya dalam waktu dua bulan, ia mendapatkan penghargaan sebagai Driver Terbaik Surabaya.

Namun, bagi Dadik, menjadi mitra driver bukan semata soal mencari penghasilan. Seiring waktu, kepeduliannya terhadap sesama mitra tumbuh semakin kuat.

Ia dipercaya untuk membimbing mitra-mitra baru, bergabung dalam jajaran Satgas, hingga aktif sebagai relawan Unit Reaksi Cepat (URC) Gojek. Di tengah aktivitasnya di jalanan Kota Surabaya, Dadik berusaha hadir ketika ada mitra yang mengalami musibah atau membutuhkan bantuan.

Pengalaman selama puluhan tahun di industri asuransi juga menjadi bekal yang ia bagikan kepada rekan-rekannya. Salah satunya dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan kesehatan dan kepesertaan BPJS bagi para mitra yang sehari-hari bekerja di jalan raya.

“Kebanggaannya tidak bisa diukur dengan uang. Semakin banyak bisa bantu teman-teman yang kesulitan, hati saya malah semakin bahagia. Hidup terasa jauh lebih tenang,” ujarnya.

Baca Juga :  7Tahun Program Gojek Swadaya Bantu Ratusan Ribu Mitra Driver Gojek, Menghemat Hingga 15% dari Biaya Operasional

Hampir satu dekade menjadi bagian dari ekosistem Gojek, Dadik juga merasakan berbagai manfaat yang diberikan kepada para mitra driver. Menurutnya, perhatian tersebut hadir melalui beragam program yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program Swadaya, misalnya, memberikan akses terhadap berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk sembako, bantuan kuota, hingga perlengkapan rumah tangga.

Bagi Dadik, berbagai bentuk dukungan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antara perusahaan dan mitra tidak hanya berhenti pada aktivitas operasional.

Apresiasi kembali dirasakan Dadik ketika dirinya terpilih sebagai salah satu penerima smartphone baru melalui perluasan Program Apresiasi Mitra (PAM). Program tersebut menjadi bagian dari apresiasi kepada 9.000 Mitra Perintis Jalan di seluruh Indonesia.

Bagi mitra driver, smartphone merupakan perangkat penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain menjadi sarana komunikasi, perangkat tersebut menjadi instrumen utama untuk menerima order dan menjemput penghasilan.

Karena itu, pemberian smartphone tersebut memiliki arti tersendiri bagi Dadik. Terlebih, ia menjadi salah satu mitra yang mendapatkan apresiasi atas perjalanan panjangnya sebagai Perintis Jalan.

“Saya sangat senang dan bangga. Dari sekian ribu mitra, saya diberi kepercayaan dan penghargaan sebagai Perintis Jalan,” tuturnya.

Head of Ops Gojek Bambang AW menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan Gojek sejak awal.

“Gojek dapat terus melangkah jauh hingga hari ini berkat kontribusi besar para mitra driver, khususnya para Perintis Jalan yang telah percaya dan tumbuh bersama kami sejak awal,” kata Bambang.

Menurutnya, pemberian smartphone tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan panjang para mitra sekaligus upaya memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan mereka.

“Kami menyadari bagi mitra, ponsel bukan cuma alat komunikasi, melainkan instrumen utama untuk menjemput rezeki. Kami berharap perangkat ini dapat mempermudah operasional harian serta membawa manfaat nyata bagi Mitra Driver Gojek beserta keluarganya,” ujarnya.

Baca Juga :  Elang Hitam, Drone Buatan PTDI, Rampungkan Uji Terbang Perdana

Bagi Dadik, perjalanan yang dimulai dari situasi penuh ketidakpastian pada 2015 kini berubah menjadi kisah tentang ketekunan, kepedulian, dan persaudaraan.

Dari seorang pekerja industri asuransi yang kehilangan pekerjaan, ia kemudian menemukan jalan baru sebagai mitra driver. Lebih dari itu, ia menemukan ruang untuk membantu dan mendampingi sesama mitra.

Kini, setiap kali kembali mengaspal di jalanan Surabaya, smartphone baru yang menjadi bagian dari apresiasi tersebut bukan sekadar perangkat kerja. Bagi Dadik, benda itu menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama tetap memiliki arti.(ara)