KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Rabu (2/9/2026). Sidak dilakukan setelah ratusan penerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengalami keracunan.
Subandi datang bersama Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing, dan Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo.
Usai mengecek SPPG Kalitengah, Subandi menyerahkan evaluasi terkait mekanisme dan tata kelola dapur MBG kepada BGN. Menurutnya, kewenangan tersebut berada di BGN.
“Untuk mekanisme dan lain-lain, biarkan BGN yang menjawab. Ini kewenangan BGN. Kami fokus pada penanganan pasien di rumah sakit,” kata Subandi.
Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo saat ini memprioritaskan seluruh korban mendapat penanganan medis. Berdasarkan data yang diterimanya saat sidak, 516 orang telah ditangani, dengan 427 pasien sudah diperbolehkan pulang dan 88 masih menjalani perawatan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Sidoarjo kemudian memperbarui jumlah korban menjadi 566 orang setelah ada tambahan 35 pasien yang dirujuk ke rumah sakit.
Minta BGN Tegas
Sidak tersebut juga menjadi momentum bagi Subandi untuk meminta evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Kalitengah.
Terkait kemungkinan penutupan atau pemberian sanksi, Subandi tidak ingin mengambil kewenangan BGN. Namun, ia meminta langkah tegas dilakukan jika hasil evaluasi menemukan tata kelola yang tidak sesuai.
“Kalau kondisi seperti ini, apa langkah yang dilakukan BGN harus tegas,” ujarnya.
Subandi mengatakan pembenahan diperlukan agar persoalan serupa tidak terulang. Di sisi lain, ia meminta masalah di SPPG Kalitengah tidak sampai mengganggu program MBG secara keseluruhan.
“Program yang baik ini mari kita dukung. Kalau ada tata kelola yang kurang baik, ya kita benahi,” katanya.
Menurut Subandi, kasus di Kalitengah harus menjadi bahan koreksi untuk memperbaiki pengelolaan SPPG lainnya di Sidoarjo.
“Mudah-mudahan dengan adanya seperti ini, lebih baik tata kelolanya,” pungkasnya.(cit)
