MTsN 2 Bondowoso Ukir Prestasi di Pawai Harjabo ke-207

oleh -321 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kreativitas dan kekompakan siswa MTs Negeri 2 Bondowoso (Matsada) berbuah manis. Dalam Pawai Budaya Harjabo ke-207 Kabupaten Bondowoso yang digelar pada 26 Agustus 2026, Matsada berhasil meraih Juara 2 kategori SMP/MTs.

Mengusung tema “Blue Fire”, Matsada tampil dengan konsep yang memadukan tarian dan mobil hias. Penampilan tersebut membawa pesan tentang Bumi Bondowoso yang hidup, sekaligus menghadirkan pesona kekuatan alam Bondowoso melalui sajian seni yang atraktif.

Penampilan semakin semarak dengan Tari Singo yang terinspirasi dari kesenian khas Bondowoso, Singo Ulung. Selain itu, siswa juga membawakan Tari Daul dengan iringan musik daul yang energik, membuat suasana pawai semakin hidup.

Yang menarik, seluruh tarian yang ditampilkan merupakan hasil kreasi guru dan siswa Matsada. Kreativitas tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan seni para siswa, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

MTsN 2 Bondowoso turut menghadirkan gambaran tradisi Rokat Bhumi Bendebesah, sebuah tradisi yang sarat makna doa, harapan, dan rasa syukur. Pesan tersebut dipadukan dengan konsep pawai sehingga penampilan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat.

Kesuksesan penampilan tersebut juga tidak lepas dari keterlibatan orang tua atau wali murid. Dukungan mereka turut memberikan energi positif selama proses persiapan hingga pelaksanaan pawai.

Kepala MTs Negeri 2 Bondowoso, Siti Mutmainnah, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Juara dua ini merupakan hasil kerja keras, kreativitas, kekompakan, dan semangat seluruh siswa serta guru yang terlibat,” ujarnya.

Menurut Siti, dukungan orang tua atau wali murid juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan tersebut. Mereka turut memberikan dukungan kepada anak-anak sehingga proses persiapan dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Kampung Anak Negeri Jadi Solusi Pembinaan Pelajar Bermasalah di Surabaya

“Kami juga sangat berterima kasih kepada orang tua atau wali murid yang ikut mendukung dan terlibat dalam proses persiapan. Dukungan dari semua pihak membuat anak-anak semakin percaya diri dan bersemangat untuk memberikan penampilan terbaik,” tuturnya.

Bagi Siti, Pawai Harjabo bukan sekadar ajang untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk membangun kekompakan, disiplin, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Bagi kami, yang paling penting bukan hanya soal juara. Anak-anak mendapatkan pengalaman untuk berproses bersama, belajar bekerja dalam tim, berani tampil, dan mengenal lebih dekat seni serta budaya Bondowoso,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Matsada untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi siswa.

“Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Terima kasih kepada guru, pembina, siswa, orang tua, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan. Semoga ke depan MTsN 2 Bondowoso semakin banyak melahirkan prestasi dan terus mengharumkan nama madrasah,” pungkasnya.

Ketua Tim Pawai: Hasil Kerja Bersama

Ketua Tim Pawai Harjabo MTsN 2 Bondowoso, Sri Budi Kustiana, turut menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih Matsada. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi buah dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, kreativitas, dan kekompakan seluruh tim.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih. Juara dua ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kreativitas, kekompakan, dan semangat seluruh siswa serta guru terbayarkan,” ujarnya.

Sri Budi menegaskan, keikutsertaan Matsada dalam pawai tidak hanya berorientasi pada perolehan juara. Proses persiapan hingga tampil di hadapan masyarakat menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar bekerja sama, berkreasi, dan percaya diri.

Baca Juga :  Cukup 8 Jam Body Mobil Tergores jadi Kinclong di Auto2000 BP Center Malang Raya

“Yang kami bangun bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi juga pengalaman dan kebanggaan bagi anak-anak. Mereka belajar berproses bersama dan berani menampilkan karya terbaik,” katanya.(wan)