KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Kabupaten Bondowoso resmi diawali melalui Entry Meeting yang berlangsung di Peringgitan Pendopo RBA Bondowoso, Senin (31/8/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal sebelum tim BPK melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan pemerintah daerah. Sejumlah perangkat daerah turut diminta menyiapkan data serta dokumen yang diperlukan selama proses pemeriksaan.
RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso menjadi salah satu bagian yang siap mendukung proses tersebut. Direktur RSUD dr. H. Koesnadi, dr. Yus Priyatna A., Sp.P., FISR, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap pemeriksaan dan siap memenuhi kebutuhan data yang diminta tim BPK.
“Kami siap memberikan dukungan penuh terhadap proses pemeriksaan BPK. Seluruh data dan dokumen yang dibutuhkan akan kami siapkan sesuai dengan kondisi yang ada. Kami ingin proses ini berjalan secara terbuka, objektif, dan lancar,” ujarnya.
Menurut Yus, pemeriksaan BPK tidak hanya dipandang sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki tata kelola rumah sakit.
“Kalau ada hal yang masih perlu dibenahi, tentu akan kami tindak lanjuti. Masukan dari hasil pemeriksaan menjadi bagian penting bagi kami untuk terus memperbaiki tata kelola, baik administrasi, keuangan maupun pelaksanaan program,” katanya.
Ia menambahkan, pembenahan tata kelola harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Pengelolaan anggaran dan program rumah sakit, kata dia, harus tetap diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap pemeriksaan ini berjalan lancar dan memberikan rekomendasi yang konstruktif. Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana tata kelola rumah sakit semakin baik, profesional dan akuntabel, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga terus meningkat,” pungkasnya.(wan)
