Soekarno Cup 2026 Resmi Berakhir, Megawati Hadiri Final di Gelora Bung Tomo

oleh -181 Dilihat
Ketua panitia Soekarno Cup 2026, Komarudin saat memberikan sambutan pada laga final (24/8).

KILASJATIM.COM, Surabaya – Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 resmi berakhir setelah pertandingan final digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Pertandingan final tersebut dihadiri Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Turnamen ini diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi di Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi sepak bola usia muda, Soekarno Cup juga menjadi ruang untuk mempertemukan semangat olahraga dengan nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan.

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026 Komarudin Watubun mengatakan, partai final tahun ini memiliki makna khusus karena digelar di Surabaya.

Menurut dia, Surabaya merupakan kota kelahiran Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno. Sementara itu, stadion tempat pertandingan berlangsung menggunakan nama Bung Tomo, salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Surabaya.

“Malam final ini bukan sekadar pertandingan biasa. Malam ini kita menyatukan dua nama besar yang menentukan Merah-Putihnya sejarah bangsa: Bung Karno dan Bung Tomo,” kata Komarudin dalam sambutannya, Senin, 24/8/2026.

Komarudin menilai pertemuan simbolis dua nama tersebut menjadi pesan penting bagi para talenta muda yang berasal dari berbagai daerah.

Ia membayangkan semangat perjuangan Bung Karno dan Bung Tomo terus hidup melalui generasi muda Indonesia yang bertanding di lapangan sepak bola.

“Mereka melihat api perjuangan yang dahulu mereka nyalakan, kini terus menyala di dada generasi muda,” ujarnya.

Sambutan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari hampir 20.000 penonton yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo.

Belajar dari Bung Karno dan Bung Tomo

Komarudin kemudian mengingatkan kembali sejarah Bung Karno yang lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901.

Bung Karno menghabiskan masa remajanya di Surabaya dengan tinggal di rumah tokoh pergerakan Islam HOS Tjokroaminoto. Pada masa tersebut, pemikiran dan cita-citanya mengenai Indonesia mulai terbentuk melalui interaksi dengan masyarakat serta para tokoh pergerakan.

Baca Juga :  Polisi Tangkap MF Alias P Terkait Pembakaran Kantor Polres dan DPRD Kediri

Sementara itu, Bung Tomo dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjuangan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Melalui siaran radio pada masa pertempuran 10 November 1945, Bung Tomo membakar keberanian rakyat Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan.

Menurut Komarudin, nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang diwariskan para pejuang tersebut relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.

“Ketika ratusan anak muda dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Surabaya untuk bertanding dan mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional, Soekarno Cup ingin mempertemukan sejarah perjuangan bangsa dengan cita-cita generasi masa depan melalui lapangan sepak bola,” tuturnya.

Ia juga mengutip pesan Bung Karno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Komarudin mengatakan pesan tersebut menggambarkan besarnya potensi pemuda Indonesia untuk membawa perubahan bagi bangsa.

Karena itu, sesuai pesan inisiator Soekarno Cup Prananda Prabowo, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi pesepak bola yang hebat, tetapi juga memiliki karakter disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta berani memiliki mimpi besar untuk Indonesia.

“Talenta muda yang bertanding diharapkan menjadi pemain hebat di lapangan sekaligus punya karakter disiplin, sportif, berani bermimpi besar untuk Indonesia,” kata Komarudin.(Saiful)