UHW Perbanas Dampingi UMKM Desa Betro Tingkatkan Produktivitas dan Tata Kelola

oleh -356 Dilihat

KILASJATIM. COM, Sidoarjo – Sejumlah Dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Pendampingan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, hingga pemasaran produk.

Ketua Tim Dosen pengabdian UHW Perbanas, Rezza Arlinda Sarwendhi, S.E., M.Acc. mengatakan ada tiga poin utama yang menjadi kebutuhan mitra, yaitu: produksi, manajemen, dan pemasaran.

”Pada aspek produksi, UMKM kami dampingi dalam menyusun dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mengatur penggunaan bahan baku, meningkatkan efisiensi proses, dan menjaga konsistensi kualitas produk,” terang Rezza saat dikonfirmasi Jumat (21/8).

Pihaknya pun memberikan fasilitas berupa teknologi sederhana yang disesuaikan dengan jenis usaha mitra UMKM. Untuk pelaku usaha makanan mendapatkan vacuum sealer, yang dimanfaatkan sebagai alat pengemasan produk makanan agar lebih rapat dan kedap udara, termasuk untuk pengembangan produk menjadi frozen food. Sementara, pelaku usaha minuman memperoleh cup sealer dengan tujuan meningkatkan keamanan, kerapian, dan kualitas kemasan minuman.

“Teknologi sederhana dan praktis ini kami berikan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM Desa Betro agar langsung digunakan saat kegiatan produksi. Selain peningkatan kualitas kemasan, alat ini berdampak pada pengembangan produk,” imbuhnya.

Selain pendampingan, Rezza bersama timnya juga memberikan pelatihan manajemen, tata kelola hingga pemasaran digital. Pelaku UMKM turut dibimbing terkait perhitungan biaya produksi dan penentuan harga jual. Bahkan, termasuk identifikasi komponen biaya, penghitungan biaya per unit, penentuan margin keuntungan, hingga pencatatan penerimaan dan pengeluaran usaha. Lantas, segala jenis transaksi penjualan diarahkan ke digital payment menggunakan QRIS agar terpisah dengan rekening kebutuhan rumah tangga.

“Pemasaran digital juga diberikan kepada UMKM Betro ini karena menjadi salah satu bagian penting setelah kualitas produk dan kemasannya ditingkatkan lebih baik. Mitra kami dampingi agar dapat memanfaatkan marketplace secara langsung untuk memasarkan produknya,” tegas Rezza.

Baca Juga :  Tak Semua Warga Siap Bayar Parkir Via Qris, Pemkot Surabaya Siapkan Skema Voucher dan Langganan

Sementara pemilik usaha Klepon Manthul, Indah Shinta Dewi mengaku sangat senang usai mengikuti beragam kegiatan dari Tim Universitas Hayam Wuruk Perbanas. Dirinya mendapat manfaat terhadap usaha jajanan tradisionalnya berupa klepon. Saat ini produknya bisa dikemas praktis dengan vacuum sealer yang diterimanya.

“Saya senang sekali, klepon buatan saya sudah bisa dikemas praktis dan masuk frozen food. Jadi bersyukur sekali produk ini bisa disimpan agak lama sebelum diterima pembeli,” urai Indah.

Perlu diketahui, rangkaian pelatihan dan pendampingan ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun 2026. Diharapkan, pelaku UMKM di Desa Betro Kabupaten Sidoarjo ini semakin memperluas jangkauan usaha dan menerima dampak positif dari aktivitas yang dilakukan oleh dosen UHW Perbanas. (nov)