Jembatan Sentong Ditarget Rampung November, Jalan Alternatif Mulai Diperkuat

oleh -321 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pembangunan Jembatan Sentong terus dikebut. Di tengah proses pengerjaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Komisi D DPRD Jawa Timur menyiapkan langkah penanganan terhadap sejumlah jalan alternatif yang menjadi tumpuan masyarakat.

Pembahasan mengenai dampak perbaikan Jembatan Sentong berlangsung di Pendopo RBA Bondowoso, Rabu (19/8/2026). Pertemuan itu membahas kondisi akses masyarakat sekaligus langkah konkret agar mobilitas warga tetap berjalan selama jembatan utama belum dapat digunakan.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dr. Agung Mulyono, mengatakan pembangunan jembatan membutuhkan proses yang tidak sederhana. Karena menjadi infrastruktur jangka panjang, pengerjaannya harus dilakukan secara cermat dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

“Kalau sesuai schedule, paling lambat sekitar 6 November. Bahkan kalau memungkinkan bisa akhir Oktober. Tetapi pembangunan ini harus dikerjakan dengan teliti karena jembatan ini untuk jangka panjang dan menyangkut keselamatan,” ujarnya.

Sembari menunggu penyelesaian jembatan, penanganan jalan alternatif menjadi salah satu prioritas. Dalam pertemuan tersebut disepakati empat ruas jalan yang dinilai penting untuk segera diperbaiki.

Agung menyebut kebutuhan anggaran untuk penanganan empat ruas tersebut mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Perbaikan akan dilakukan melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, dengan melibatkan Dinas Bina Marga serta UPTD Bina Marga Jawa Timur.

“Prinsipnya, jalan alternatif untuk masyarakat kita perbaiki bersama, provinsi dan kabupaten. Tinggal teknisnya nanti didiskusikan oleh dinas dan UPTD Bina Marga Jawa Timur bersama Pemkab Bondowoso,” katanya.

Ia menambahkan, upaya memperbaiki jalan alternatif sebenarnya telah dilakukan sejak awal. Bantuan sekitar 300 drum aspal sebelumnya juga telah diberikan, sementara sejumlah pekerjaan lainnya masih berjalan.

Menurut Agung, tambahan penanganan pada empat ruas utama diharapkan membuat kondisi jalan alternatif jauh lebih layak dilalui masyarakat.

Baca Juga :  Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Intensifkan Perantingan dan Peremajaan Pohon

“Yang sudah berjalan sekarang tetap kita monitor, kemudian ditambah empat ruas utama dengan anggaran sekitar Rp2,2 miliar. Insyaallah akan lebih baik dari sekarang dan menjadi jalan yang layak dilewati,” ungkapnya.

Selain persoalan jalan, Agung turut menyoroti kondisi salah satu jembatan yang berada di jalur alternatif. Jembatan tersebut mulai mengalami keretakan sehingga perlu segera mendapat perhatian agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Ia memastikan Komisi D DPRD Jawa Timur bersama pemerintah daerah dan instansi teknis akan terus mengawal penanganan akses alternatif tersebut.

“Ini memang bagian dari dampak pembangunan. Tetapi kami semua berusaha dengan berbagai cara agar masyarakat tetap mendapatkan akses jalan yang layak. Jalan adalah kebutuhan yang prioritas dan vital bagi masyarakat,” pungkasnya.(wan)