Gunung Semeru Erupsi 1.709 Kali, Warga Diminta Waspadai Lahar

oleh -35 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok PVMBG

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Rabu (19/8/2026) pagi. Gunung api tersebut tercatat mengalami 1.709 kali erupsi sejak awal 2026 hingga pertengahan Agustus, menjadikannya salah satu gunung api dengan aktivitas erupsi tertinggi di Indonesia.

Erupsi terbaru terjadi pukul 05.27 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 05.27 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 500 meter di atas puncak,” kata petugas PPGA Semeru Yadi Yuliandi dalam keterangan tertulis, Rabu.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Semeru telah mengalami 1.709 kali erupsi sejak 1 Januari 2026 hingga pertengahan Agustus. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Gunung Ibu yang tercatat 1.358 kali erupsi dan Gunung Lewotobi Laki-laki sebanyak 818 kali.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan erupsi terbaru terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 2 menit 23 detik.

Berdasarkan pemantauan pos pengamatan, abu vulkanik dari erupsi bergerak ke arah utara dan timur laut.

“Letusan abu mengarah ke utara dan timur laut,” kata Isnugroho.

Hingga Rabu pagi, belum ada laporan dampak erupsi. Aktivitas warga di sekitar lereng Semeru juga masih berjalan normal dan belum ada kebutuhan untuk melakukan evakuasi.

Meski begitu, arah angin membuat wilayah Pasrujambe dan Senduro berpotensi terdampak hujan abu vulkanik.

“Laporan dampak sementara nihil. Warga kondisinya aman, tetapi jika arah anginnya ke timur, hujan abu berpotensi terjadi di sekitar Pasrujambe dan Senduro,” ujarnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Tingginya frekuensi erupsi membuat potensi hujan abu tetap perlu diwaspadai masyarakat di sekitar lereng.

Baca Juga :  Jaringan Listrik Lumajang Pulih 100 Persen Usai Erupsi SemeruKIL

Ancaman lain muncul saat hujan deras. Material vulkanik hasil erupsi dan guguran yang menumpuk di lereng dapat terbawa aliran air dan memicu banjir lahar.

“Secara jumlah letusan memang masih tinggi. Ini bisa memicu banjir lahar dengan membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung,” kata Isnugroho.

Karena itu, warga diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Semeru.

Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

“Waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” imbau Isnugroho.

Aktivitas erupsi yang masih tinggi dan potensi hujan deras membuat kewaspadaan warga di sekitar Semeru menjadi kunci. Ancaman tidak hanya datang dari letusan, tetapi juga material vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terbawa aliran sungai menjadi lahar. (cit)