Upacara HUT ke-81 RI di Kampung Surabaya, Nasionalisme Tumbuh dari Lapangan Sederhana

oleh -98 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya — Semangat nasionalisme tak selalu hadir dari lapangan besar dengan panggung megah. Di sejumlah kampung di Surabaya, semangat itu justru tumbuh dari kegiatan sederhana: upacara bendera bersama warga.

Untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, anak-anak, pemuda, orang tua hingga sesepuh kampung berkumpul mengikuti upacara di lapangan permukiman. Mereka berdiri di bawah terik matahari dengan tetap khidmat menghormati Sang Saka Merah Putih.

Anggota DPRD Kota Surabaya H. Budi Leksono atau Buleks menilai tradisi tersebut menjadi bukti bahwa nasionalisme masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Semangat kemerdekaan itu bukan hanya milik mereka yang mengikuti upacara di lapangan besar. Warga kampung juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kebanggaan,” ujar Buleks, Senin, 17/8/2026.

Pernyataan itu disampaikan Buleks setelah menjadi inspektur upacara di Lapangan Zeni TNI AD Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Menurutnya, antusiasme warga di berbagai kawasan permukiman, termasuk wilayah bantaran rel kereta api dan pinggiran kali, menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Kota Pahlawan.

“Ini menjadi bukti bahwa meskipun dilaksanakan di kampung, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka rela berpanas-panasan, datang bersama keluarga, dan berdiri dengan tertib demi menghormati Merah Putih,” katanya.

Upacara kampung juga melibatkan berbagai kelompok usia. Anak-anak sekolah hadir mengenakan seragam. Sebagian di antaranya bahkan menghafalkan kata-kata mutiara para pahlawan untuk mengenalkan nilai perjuangan, Pancasila, dan cinta tanah air sejak dini.

Sementara itu, pemuda turut membantu mengatur kegiatan dan perlombaan. Tokoh masyarakat menjadi penggerak, sedangkan warga senior ikut menjaga suasana kebersamaan.

Buleks mengatakan keterlibatan generasi muda penting untuk menjaga keberlanjutan nasionalisme.

“Anak-anak harus dikenalkan dengan sejarah dan perjuangan para pahlawan sejak dini. Tidak harus melalui kegiatan yang formal dan kaku. Dengan upacara di kampung, mereka bisa belajar menghormati Merah Putih sekaligus merasakan langsung arti kebersamaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Buleks Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

Kehadiran personel TNI dari satuan setempat, termasuk Zeni, turut menambah kekhidmatan upacara.

Menariknya, perayaan kemerdekaan juga memberi ruang bagi pelaku UMKM. Seusai upacara, warga dapat menikmati kuliner seperti soto, sate, dan minuman segar dari lapak warga.

Buleks menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan sekaligus memberi manfaat ekonomi.

“Ini yang saya kira menarik. Kemerdekaan harus bisa dirasakan bersama. Tidak hanya dalam bentuk upacara, tetapi juga melalui kebersamaan, silaturahmi, dan bagaimana kegiatan seperti ini ikut menghidupkan ekonomi warga,” jelasnya.

Bagi Buleks, upacara di kampung bukan sekadar seremoni tahunan. Pertemuan warga menjadi ruang memperkuat silaturahmi sekaligus merawat gotong royong.

“Nasionalisme tidak selalu harus dengan kata-kata besar, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana di lingkungan kita sendiri,” ujarnya.

Ia berharap tradisi tersebut terus dipertahankan di berbagai kampung Surabaya. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama seharusnya tidak berhenti saat peringatan kemerdekaan.

Dari lapangan-lapangan sederhana itulah, kata Buleks, nasionalisme terus dirawat: melalui kebersamaan, penghormatan kepada Merah Putih, dan kepedulian antarwarga.(Den/Fri)