Gempa M7,7 Flores, Pakar ITS Ingatkan Potensi Gempa Susulan 2 Pekan

oleh -51 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Pakar Seismologi ITS Kadek Hendrawan Palgunadi ST MSc PhD saat menjelaskan tentang aktivitas seismik di Indonesia. (Foto: Humas ITS)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi diikuti gempa susulan hingga dua pekan ke depan. Warga dan tim evakuasi diminta tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami keretakan.

Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi mengatakan gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian sesar di sekitar patahan utama setelah gempa besar terjadi.

“Jika diasumsikan gempa utamanya magnitudo 7,7, secara statistik akan ada minimal tiga kali gempa magnitudo 6,” kata Kadek dalam keterangan ITS.

Peneliti Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS itu menjelaskan kekuatan gempa susulan umumnya menurun seiring waktu. Namun, masyarakat di wilayah terdampak tetap perlu meningkatkan kewaspadaan selama masa tersebut.

Kadek juga menanggapi kemunculan sejumlah gempa bermagnitudo di atas 6 di Flores, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah dalam waktu berdekatan.

Menurut dia, ketiga gempa tersebut berasal dari entitas tektonik dan sesar yang berbeda. Analisis awal menunjukkan kemungkinan ketiganya saling berkaitan sangat kecil.

“Gempa secara beruntun umumnya terpicu apabila bersumber dari gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8,” ujarnya.

Indonesia sendiri berada di wilayah tektonik kompleks dan jalur Ring of Fire, sehingga aktivitas gempa dapat terjadi berulang maupun berdekatan waktunya.

Khusus gempa Flores, Kadek menyebut wilayah daratan Flores hingga utara Bali dilintasi Flores Back-Arc Thrust, salah satu sesar aktif.

Sesar tersebut pernah memicu gempa besar bermagnitudo 7,7 di Flores pada 1992. Menurut Kadek, kajian seismologi memperkirakan sesar Flores dapat menghasilkan gempa hingga magnitudo 7,8.

Karena itu, kewaspadaan pascagempa menjadi penting. Relawan dan tim asesmen diminta segera memeriksa bangunan terdampak untuk memastikan struktur masih aman.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polda Jatim Pastikan Ketersediaan Bapokting Aman Jelang Ramadan

Warga yang rumahnya mengalami keretakan dan dinilai berisiko juga disarankan tetap berada di lokasi evakuasi yang aman hingga kondisi bangunan dipastikan. (cit)