Banyuwangi Gelar Tasyakuran HUT ke-81 RI, Ipuk Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan Lewat Pembangunan

oleh -337 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8/2026) sore. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah.

Tasyakuran yang berlangsung khidmat itu dihadiri para veteran pejuang kemerdekaan beserta keluarga, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi keagamaan dan sosial, hingga perwakilan perbankan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut melalui berbagai upaya membangun daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pejuang dan veteran yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Ipuk, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, tantangan dalam mengisi kemerdekaan saat ini berbeda dengan yang dihadapi para pejuang pada masa lalu. Ketidakpastian geopolitik, konflik di berbagai kawasan, perubahan kebijakan perdagangan, hingga gejolak harga energi dan pangan menjadi tantangan yang perlu dihadapi secara bersama-sama.

“Karena itu, Banyuwangi harus semakin adaptif, inovatif, dan kuat dalam membangun sumber daya manusia,” kata Ipuk.

Ipuk menegaskan, pembangunan daerah di tengah dinamika global membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, serta kelompok sosial memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus meningkatkan kemajuan Banyuwangi.

Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan menunjukkan Banyuwangi terus mengalami perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 tercatat mencapai 5,65 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,33 persen dan nasional sebesar 5,11 persen.

Baca Juga :  Warga Banyuwangi Terima Bantuan Dari Pemerintah Pusat Bansos Alat Masak Listrik

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi meningkat menjadi 75,17. Sementara angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen dan tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,94 persen. Indeks Gini juga membaik menjadi 0,290.

“Ini semua berkat berbagai ikhtiar dalam mengisi kemerdekaan dan kolaborasi berbagai pihak. Angka-angka ini tentu patut kita syukuri, tetapi capaian ini harus menjadi motivasi untuk menjadikan Banyuwangi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Rangkaian tasyakuran diawali dengan sholawatan, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Banyuwangi Muhaimin Asmuni. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Dr. H. Rizal Mumazziq Z.

Acara ditutup dengan makan nasi tumpeng bersama sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Banyuwangi.(zul)