Film Kita yang Menulis Cerita, Soroti Kekerasan Seksual

oleh -317 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Untag (Universitas 17 Agustus 1945) Surabaya merilis film pendek: Kita yang Menulis Cerita, yang mengangkat isu perundungan dan kekerasan seksual sekaligus menyuarakan nilai kejujuran dan antikekerasan kepada generasi Z. Diluncurkan di Auditorium Gedung Grha Wiyata Untag Surabaya, Jumat (14/8/2026). Selain mengangkat dinamika kehidupan mahasiswa, film ini berani menyentuh isu sensitif seperti perundungan dan kekerasan seksual.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Harjo Seputro, mengatakan film dipilih sebagai media komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus membuka ruang diskusi mengenai persoalan yang kerap dianggap tabu. “Ini adalah pemikiran baru bagi kami, bagaimana karya dan kehidupan kampus bisa dinikmati masyarakat luas,” kata Harjo. Menurutnya, pemanfaatan media visual menjadi bagian dari komitmen kampus untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut secara lebih terbuka dan relevan bagi Gen Z.

Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., menjelaskan cerita film terinspirasi dari berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Nilai-nilai kampus kemudian dihadirkan sebagai pendekatan dalam menyelesaikan konflik yang muncul dalam cerita. “Bagaimana kita menyikapi sebuah masalah, nah itu bisa ada solusinya seperti dalam ending alur cerita tadi,” papar  Supangat.

Produksi film yang juga melibatkan talenta internal kampus tersebut, juga melibatkan alumni dan dipercaya sebagai sutradara, sementara pemeran dan kru berasal dari mahasiswa sejumlah unit kegiatan, antara lain UKM Sinematografi, Teater, Lensa 17, dan Musik.

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengapresiasi langkah tersebut dan mendorong mahasiswa mengembangkan karya film sebagai bagian dari industri kreatif Surabaya. “Kalian berkarya untuk kampus, oke. Tetapi komunikasikan dengan rekan-rekan yang ada di pariwisata karena industri kreatif membidangi film,” terang Herry.

Baca Juga :  Budak Algoritma, Ajak Mahasiswa Melek Teknologi Digital

Sutradara film, Rio Eka, mengatakan cerita berangkat dari realitas kehidupan kampus dan berbagai dinamika relasi mahasiswa. “Inspirasinya berangkat dari realitas kehidupan kampus yang menghadirkan bingkai cerita dengan berbagai dinamika dan muatan kritis,” ujar Rio.

Menurutnya, tantangan terbesar selama produksi adalah menyatukan beragam pandangan dan ekspektasi kreatif menjadi satu karya yang solid. Film tersebut diharapkan menjadi medium edukasi sekaligus pemantik diskusi mengenai persoalan kekerasan dan relasi sosial di lingkungan pendidikan.(tok)