Bukan Sekadar Jabatan, Bupati Bondowoso Titip Amanah Besar kepada Kepala Sekolah

oleh -409 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso — Pelantikan dan mutasi sejumlah Pengawas Sekolah serta Kepala Sekolah di Kabupaten Bondowoso bukan sekadar pergantian posisi. Di balik jabatan baru tersebut, tersimpan amanah besar untuk membawa perubahan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Bondowoso.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, Kepala Sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan proses transformasi pendidikan berjalan nyata di satuan pendidikan.

“Pelantikan, mutasi, dan promosi yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar rotasi administratif atau seremoni formalitas semata. Ini adalah bentuk kepercayaan, penyegaran organisasi, serta amanah besar yang dititipkan oleh pemerintah dan masyarakat,” tegas Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.

Menurutnya, Kepala Sekolah tidak cukup hanya menjadi pengelola administrasi. Mereka harus tampil sebagai pemimpin pembelajaran, inovator, sekaligus penggerak peningkatan mutu pendidikan.

“Jadilah pemimpin pembelajaran dan pengawal mutu. Dorong guru-guru untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta fokus pada peningkatan mutu pembelajaran dan tumbuh kembang peserta didik,” pesan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.

Ia juga meminta para Kepala Sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan berkarakter. Sekolah harus menjadi ruang yang terbebas dari perundungan, kekerasan fisik maupun verbal serta diskriminasi.

Selain itu, pengelolaan anggaran sekolah, termasuk dana BOS, harus dilakukan secara transparan, akuntabel dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turut menekankan pentingnya kolaborasi. Kemajuan pendidikan, menurutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan dukungan komite sekolah, orang tua, pemerintah desa atau kelurahan, dunia usaha dan masyarakat.

Baca Juga :  500 Karyawan Sequis Terima Vaksinasi Covid-19 Program dari  Gunung Sewu Group 

Menariknya, para Kepala Sekolah yang dilantik kali ini tidak serta-merta ditetapkan tanpa proses. Pengusulan telah melalui tahapan administrasi dan pemetaan yang cukup panjang, mulai dari Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SI ASN), Sistem KSPSTK, verifikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga proses melalui sistem i-MUT BKPSDM.

Untuk pelantikan kali ini, sebanyak 16 Persetujuan Teknis (Pertek) telah diterbitkan.

Proses tersebut mempertimbangkan kebutuhan satuan pendidikan, kualifikasi, kompetensi, rekam jejak, administrasi kepegawaian hingga kesesuaian calon dengan kebutuhan organisasi.

Bagi Kepala Sekolah yang mendapat mutasi, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid meminta agar tempat tugas baru dijadikan momentum membawa energi dan gagasan segar. Sementara bagi yang mendapat promosi, kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui kinerja dan prestasi nyata.

“Jadikan tempat tugas yang baru sebagai ladang pengabdian dan penyegaran ide-ide baru. Bagi yang menerima promosi, buktikan bahwa kepercayaan yang diberikan dijawab dengan prestasi kerja yang nyata,” tegas Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.

Penguatan kompetensi juga menjadi perhatian. Kepala Sekolah yang belum memiliki sertifikat diklat Kepala Sekolah akan mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menutup sambutannya, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh insan pendidikan menyatukan langkah untuk membangun pendidikan yang semakin berkualitas.

“Selamat dan sukses kepada seluruh Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah yang dilantik. Selamat bertugas dan mengabdi di tempat penugasan yang baru,” pungkas Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.(wan)