KILASJATIM.COM, Surabaya – I.League resmi mencabut larangan suporter tim tamu mulai kompetisi musim 2026/2027. Kebijakan yang diberlakukan sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 itu berakhir setelah mendapat persetujuan FIFA dengan sejumlah syarat.
CEO I.League Ferry Paulus mengatakan evaluasi selama beberapa tahun terakhir menunjukkan persoalan yang melibatkan suporter tandang semakin minim. Atas dasar itu, I.League mengajukan pencabutan larangan kepada FIFA.
“Beberapa persoalan terkait suporter away sudah sangat minim. Karena itu kami mengajukan proposal ke FIFA dan mendapat restu dengan sejumlah catatan,” ujar Ferry dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ferry, FIFA meminta klub mematuhi sejumlah ketentuan agar kehadiran suporter tandang tidak kembali memicu gangguan keamanan. Seluruh klub juga telah menerima pedoman mengenai batasan dan aturan yang wajib diterapkan.
Meski demikian, pencabutan larangan ini tidak berlaku untuk semua pertandingan. Laga dengan tingkat rivalitas tinggi tetap berpotensi digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Ferry mencontohkan duel Persebaya Surabaya kontra Arema FC maupun Persija Jakarta melawan Persib Bandung sebagai pertandingan yang berpeluang menerapkan pembatasan tersebut.
Menurutnya, keputusan akhir tetap bergantung pada rekomendasi aparat kepolisian.
“Untuk pertandingan dengan rivalitas tinggi, suporter away bisa saja tidak diizinkan hadir. Indikator utamanya tetap dari pihak kepolisian,” katanya.
Sebagai bagian dari penerapan kebijakan baru, I.League juga menyiapkan sistem penjualan tiket melalui aplikasi Sobat Liga. Sistem tersebut telah dibagikan kepada seluruh klub dan diklaim berjalan baik setelah berbagai perbaikan infrastruktur dilakukan.
Kebijakan ini akan mulai berlaku bersamaan dengan bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Super League dijadwalkan kick-off pada 4 September 2026, disusul Championship pada 12 September 2026 dan League Cup mulai 3 November 2026. (cit)
