KILASJATIM.COM, Bondowoso – Rendahnya pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jatim III, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, MA.
Ia mendorong masyarakat Bondowoso untuk tidak menyia-nyiakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah tersebut.
Dorongan itu disampaikan Nihayatul saat Sosialisasi Program Kemitraan bersama Kementerian Kesehatan RI yang digelar di Aula Graha NU Bondowoso, Rabu (12/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman mengenai fasilitas kesehatan, tetapi juga diajak mengenali berbagai jenis penyakit, mulai dari penyakit menular hingga penyakit tidak menular.
Nihayatul menilai, perhatian terhadap penyakit tidak menular perlu diperkuat. Sebab, penyakit tersebut menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia sekaligus menyerap pembiayaan kesehatan dalam jumlah besar melalui BPJS.
“Penyakit yang paling banyak membunuh di Indonesia ini adalah penyakit yang tidak menular dan yang paling banyak menghabiskan dana BPJS itu adalah penyakit yang tidak menular,” kata Nihayatul.
Menurutnya, banyak penyakit tidak menular sebenarnya dapat diantisipasi apabila faktor risikonya diketahui sejak awal. Karena itu, CKG menjadi momentum penting untuk mendorong masyarakat melakukan deteksi dini tanpa harus menunggu munculnya gejala.
“Dengan cek kesehatan gratis ini kita berharap masyarakat bisa mengantisipasi penyakit itu jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga masyarakat bisa lebih hidup sehat dan tentu BPJS pengeluarannya bisa lebih ditekan,” ujarnya.
Nihayatul juga menyoroti capaian pemanfaatan CKG di Bondowoso yang dinilainya masih rendah dibandingkan daerah lain. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan bersama agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan program tersebut.
Terlebih, menurutnya, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Bondowoso memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan.
“Masyarakat bisa menggunakan KTP, kartu BPJS-nya untuk cek kesehatan,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk datang ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan rutin, menurut Nihayatul, justru menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan mendeteksi potensi penyakit lebih awal.
“Jadi kita mendorong bagaimana masyarakat ini bisa segera untuk cek kesehatan gratis,” tegasnya.
Ia berharap sosialisasi yang dilakukan bersama Kementerian Kesehatan RI tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Bondowoso. Dengan deteksi dini dan pola hidup sehat, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari risiko penyakit serius sekaligus membantu menekan beban pembiayaan kesehatan di kemudian hari.(wan)
