Karhutla Bromo Meluas 742 Hektare, Water Bombing Diguyur 168 Ribu Liter Air

oleh -49 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Kondisi kebakaran di Bromo saat malam hari. (Foto dok TNBTS)

KILASJATIM.COM, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas hingga mencapai 742,70 hektare. Untuk menekan penyebaran api, tim gabungan mengintensifkan operasi pemadaman melalui jalur udara dengan water bombing.

Hingga Senin (10/8/2026) sore, tiga helikopter milik BNPB dikerahkan bergantian untuk menyiram titik-titik api di kawasan Kabupaten Probolinggo dan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan. Dalam sehari, total 24.000 liter air diguyurkan dari udara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan operasi water bombing telah berlangsung sejak Jumat (7/8). Hingga kini, total air yang telah dijatuhkan mencapai 168.000 liter.

Selain helikopter, tim gabungan juga memanfaatkan drone water spray untuk memantau sekaligus membasahi hotspot yang berpotensi kembali memicu kebakaran. Namun, operasi udara belum berjalan maksimal akibat kabut tebal dan kepulan asap yang mengurangi jarak pandang.

“Karena kabut dan kepulan asap, visibilitas menuju titik target operasi kurang,” kata Sadono dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Sementara itu, penanganan dari jalur darat terus dilakukan dengan membuat sekat bakar serta membasahi sisa-sisa bara yang masih dapat dijangkau petugas.

Perkembangan di lapangan menunjukkan kondisi mulai membaik di sejumlah titik. Api yang sebelumnya sempat merambat ke wilayah Kabupaten Malang kini dipastikan padam. Begitu pula di kawasan P30 dan Dingklik Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, yang sudah tidak lagi ditemukan titik api setelah dilakukan pemadaman manual.

Meski demikian, tim gabungan tetap disiagakan untuk patroli dan pemantauan guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Pengambilan air untuk mendukung operasi water bombing dilakukan dari kawasan Ranu Pane dan Ranu Regulo.

“Tim darat tetap disiagakan untuk pemantauan dan pemetaan titik api,” ujar Sadono.

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Komitmen Dukung Agripreneur Tebu guna Regenerasi Petani dan Swasembada Gula

Di tengah proses pemadaman, seluruh jalur masuk kawasan wisata Bromo masih ditutup sementara. Penutupan berlaku di pintu masuk Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Kabupaten Lumajang).

Pada Selasa (11/8), tim gabungan akan kembali melakukan pemantauan dan pemetaan titik api. Langkah penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo. Fokus petugas kini adalah memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan sepenuhnya. (cit)