50 Santri Bangil Dibekali Pengetahuan Cegah Infeksi Reproduksi

oleh -135 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 50 santri dan santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan, mendapat edukasi pencegahan penyakit reproduksi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM).

Program yang diketuai dr. Dwimantoro Iman Prilistyo, Sp.U itu fokus meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi jamur, terutama melalui penerapan kebersihan area kewanitaan serta penggunaan pembalut yang tepat. “Edukasi sejak usia remaja menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. Pengetahuan yang benar diharapkan dapat membantu santri mencegah risiko infeksi dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi,” ujar dr. Dwimantoro Iman Prilistyo, Sp.U, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai cara menjaga kebersihan area genital, teknik mencuci yang benar, penggunaan dan frekuensi penggantian pembalut saat menstruasi, serta kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan reproduksi.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama tim pengabdian. Selain edukasi, seluruh peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis dan kesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.

dr. Dwimantoro menambahkan, kegiatan tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi diharapkan mendorong perubahan perilaku yang dapat diterapkan dalam keseharian.
“Harapannya, edukasi ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten di lingkungan pesantren,” katanya.

Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung SDGs Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan.(tok)

Baca Juga :  LaNyalla Dorong Pemerintah Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan Maritim Lewat PT PAL