KILASJATIM.COM, Surabaya – BPBD Kota Surabaya menyiapkan mitigasi bencana menyusul peringatan dini BMKG terkait pasang air laut maksimal atau banjir rob yang diperkrakan berdampak di pesisir kota pahlawan.
“Mitigasi non struktural ke daerah rawan rob itu dengan memberikan edukasi kesiapsiagaan terhadap banjir rob di kawasan pesisir kota,” kata Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto saat dikonfirmasi, Senin (11/8/2025).
Mitigasi struktural yang dimaksud, yakni membangun sejumlah pintu air. Hal ini penting dilakukan untuk mengatasi jika sewaktu-waktu air meninggi dan mulai memasuki areal perkampungan.
“Selain itu juga pembangunan block culvert yang berfungsi juga long storage penyimpanan air sehingga diharapkan tidak ada genangan air,” imbuh mantan Kepala Satpol PP Surabaya ini.
Lebih jauh, dia menjelaskan kalau hari ini juga pihaknya terus melakukan pemantauan pesisir guna mengantisipasi potensi terjadinya banjir rob. Ada tiga lokasi yang dilakukan pemantauan hingga siang ini yakni Kalianak Timur, Kampung Nelayan Morokrembangan dan Kalimas Baru.
“Sejauh ini masih nihil, memang terpantau air laut pasang tetapi belum terpantau genangan yang meluber hingga jalan dan rumah-rumah warga, dia menegaskan kondisinya nihil,” pungkas Irvan.
