Unusa Gandeng Manchester, Bidik Riset Otak Sejak Rahim

oleh -52 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat riset kesehatan internasional dengan menggandeng pakar University of Manchester, Prof. Delvac Oceandy, MD., PhD. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengembangkan penelitian perkembangan otak manusia sejak dalam kandungan, termasuk kaitannya dengan infeksi dan perkembangan saraf janin.

Hal itu mengemuka dalam International Guest Lecture bertema “Research Frontiers in Infection and Fetal Neurodevelopment” di Kampus Unusa, Senin (10/8/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya riset sekaligus pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi Unusa.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, mengatakan Unusa ingin menjadikan PPDS Obstetri dan Ginekologi sebagai pusat riset perkembangan otak manusia sejak masa prenatal. “PPDS Obstetri dan Ginekologi Unusa akan menjadi pusat riset perkembangan otak manusia sejak dalam kandungan,” ujar Prof. Tri Yogi.

Menurutnya, riset tersebut membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, mulai kedokteran, teknologi, sains data, kecerdasan buatan, teknik biomedis hingga teknologi pencitraan. “Jangan hanya mendengarkan secara pasif. Pandanglah tantangan neurologis yang rumit ini sebagai sebuah panggilan. Tanyakan pada diri kalian bagaimana penelitian di masa depan dapat berkontribusi pada deteksi dini, pencegahan, dan penyelamatan generasi masa depan,” pesannya kepada mahasiswa.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Hermanto Tri Joewono, Sp.Og., Subsp.KSM., menggagas pembentukan Pusat Studi Perkembangan Otak dan Kapasitas Kognitif Sejak dalam Rahim. Pusat studi ini akan mengintegrasikan riset kesehatan ibu, perkembangan janin, nutrisi, serta tumbuh kembang anak sejak masa prakonsepsi.

Dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Delvac Oceandy, MD., PhD., pakar Molecular Cardiovascular Sciences dari University of Manchester, membagikan pengalaman sekitar tiga dekade dalam penelitian biomedis. Ia menekankan lima aspek penting dalam membangun riset berkualitas, yakni fokus, kreativitas, kolaborasi, mentorship, dan integritas.

Baca Juga :  Zulhas: Efisiensi Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan

Kehadiran Prof. Delvac diharapkan membuka peluang penelitian bersama, penguatan jejaring laboratorium, pendampingan peneliti muda, serta publikasi ilmiah internasional.

Bagi Unusa, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kuliah tamu, tetapi diarahkan menjadi kerja sama riset dan pengembangan kapasitas dosen serta residen PPDS. Target akhirnya adalah menghasilkan riset berbasis bukti yang dapat mendukung deteksi dini dan intervensi kesehatan sejak masa awal kehidupan.(tok)