KILASJATIM.COM, Surabaya – Surabaya Great Expo (SGE) 2026 resmi berakhir di Exhibition Hall Grand City, Minggu (9/8). Selama lima hari penyelenggaraan, pameran tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu membukukan transaksi sebesar Rp7,751 miliar dan menarik 48.022 pengunjung.
Nilai tersebut terdiri atas transaksi langsung sebesar Rp5,05 miliar serta potensi transaksi bisnis lanjutan senilai Rp2,701 miliar. Capaian itu meningkat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Selain menjadi ajang promosi produk, SGE 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari pertunjukan seni, talkshow, workshop, fashion show, kompetisi, hingga aktivitas komunitas dan pendidikan. Berbagai layanan publik juga tersedia, seperti konsultasi keimigrasian, BPOM, pendaftaran merek, sertifikasi halal, layanan ekspor, hingga pemeriksaan kesehatan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Surabaya, Mia Santi Dewi, mengatakan berakhirnya pameran bukan berarti peluang bisnis para pelaku UMKM ikut berhenti.
“Yang kita tutup hari ini adalah pamerannya, bukan peluang usahanya. Kami berharap setelah SGE selesai justru lahir lebih banyak transaksi, kolaborasi, pelanggan baru, dan UMKM yang naik kelas,” kata Mia dalam keterangannya yang dikutip, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan sebuah pameran tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung atau besarnya transaksi selama acara berlangsung, tetapi juga dari keberlanjutan kerja sama bisnis setelah pameran berakhir.
Ia berharap para peserta tetap menjaga relasi yang telah terbangun, melanjutkan kolaborasi, serta terus mengembangkan produk agar SGE menjadi penggerak ekonomi, bukan sekadar agenda tahunan.
Sementara itu, Direktur PT Dayapromo Mitra Tama (Dyandra Promosindo), M. Kushendarman, menilai capaian transaksi tahun ini menunjukkan SGE mampu menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.
Menurutnya, pameran tidak hanya membuka ruang promosi dan penjualan, tetapi juga memperluas jaringan bisnis, memperkuat kemitraan, serta membuka peluang kerja sama jangka panjang bagi para peserta.
SGE 2026 diikuti pelaku UMKM, industri kreatif, perajin batik, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, instansi pelayanan publik, hingga komunitas. Pameran ini digelar untuk memeriahkan HJKS ke-733 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kushendarman berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat berlanjut pada penyelenggaraan SGE 2027 dengan inovasi yang lebih beragam sehingga memberikan dampak lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya. (cit)
