Bagikan Bendera Merah Putih, Khofifah Tekankan Persatuan Bangsa

oleh -113 Dilihat
Oleh
Kurniawan
Reporter
Khofifah Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih ke Siswa Sekolah Rakyat. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan ratusan bendera Merah Putih kepada siswa dan civitas akademika Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan. Momentum menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu dimanfaatkan untuk menanamkan semangat nasionalisme sekaligus mengajak generasi muda bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang berlangsung di SRT 2 Kota Pasuruan, Jalan Erlangga Selatan, Purworejo, itu juga dihadiri Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha. Suasana berlangsung meriah ketika seluruh peserta menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti Hari Merdeka dan Halo-Halo Bandung.

Khofifah mengatakan pembagian bendera Merah Putih bukan sekadar seremoni. Menurutnya, bendera Merah Putih merupakan simbol persatuan yang menyatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

“Ini momentum yang tepat untuk menggelorakan semangat kemerdekaan. Merah Putih adalah simbol yang mempersatukan kita,” kata Khofifah.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, nilai-nilai persatuan harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Khofifah, tantangan bangsa saat ini tidak lagi sebatas ancaman fisik, tetapi juga penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan. Karena itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menumbuhkan rasa cinta tanah air, pembagian bendera Merah Putih diharapkan memotivasi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan berkontribusi bagi bangsa.

Khofifah menegaskan, jika para pahlawan dahulu mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata, maka generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab mengisinya melalui pendidikan, inovasi, dan karakter yang kuat.

“Masa depan bangsa ada di tangan mereka. Mereka harus tumbuh dengan baik, mendapat pendidikan yang layak, dan menjadi generasi yang membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati: Dua Warga Situbondo Positif Covid-19 Kondisinya Stabil

Menurut Khofifah, penanaman nilai perjuangan sejak dini penting agar para siswa memahami bahwa setiap cita-cita hanya bisa diraih melalui kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Timur berharap semangat nasionalisme tidak hanya tumbuh saat peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi karakter yang melekat pada generasi muda sebagai calon pemimpin Indonesia di masa depan. (Wan)