KILASJATIM.COM, Jakarta – Jawa Barat tampil dominan dalam Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang resmi ditutup di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi, Minggu (9/8/2026). Kontingen Jawa Barat menjadi daerah dengan perolehan medali terbanyak dengan total 138 medali.
Jawa Barat mengoleksi 41 medali emas, 49 perak, dan 48 perunggu. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi teratas, mengungguli Jawa Timur dengan total 55 medali dan DKI Jakarta dengan 41 medali.
Hasil tersebut menjadi gambaran kuatnya pembinaan Muaythai di Jawa Barat sekaligus menunjukkan semakin ketatnya persaingan antardaerah dalam cabang olahraga bela diri tersebut.
IMC 2026 berlangsung selama lima hari dan diikuti lebih dari 544 peserta dari berbagai daerah. Seluruh pertandingan berlangsung kompetitif, aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Bagi Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), keberhasilan IMC 2026 tidak hanya ditandai dengan lahirnya para juara, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan nasional menuju standar internasional.
Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan IMC 2026 menunjukkan adanya perkembangan positif dalam kualitas penyelenggaraan pertandingan nasional.
“Kita semua telah menyaksikan sebuah perubahan besar. Hasil dari Pelatihan Wasit dan Juri berstandar IFMA yang baru saja kita laksanakan, benar-benar diaplikasikan dalam Kejurnas ini,” ujar LaNyalla.
Jadi Ajang Seleksi Atlet Internasional
Sekretaris Jenderal PBMI Azwan Karim mengatakan seluruh rangkaian IMC 2026 berjalan lancar hingga pertandingan final. Menurut dia, kejuaraan tersebut juga menjadi ajang penting untuk memantau potensi atlet dari berbagai daerah.
“Semua final berjalan lancar. Pastinya ada cedera karena ini olahraga combat, tetapi semuanya dapat ditangani dengan baik oleh tim medis,” kata Azwan.
Ia menjelaskan, atlet-atlet terbaik yang tampil di IMC 2026 akan masuk dalam proses seleksi untuk menghadapi sejumlah agenda internasional, termasuk SEA Games 2027 dan PON 2028.
“Kejurnas ini menjadi ajang penyaringan bakat PBMI ke acara-acara internasional, khususnya tahun depan,” ujarnya.
Untuk SEA Games 2027 di Malaysia, PBMI menargetkan sedikitnya dua medali emas bagi Indonesia.
IMC 2026 juga diikuti 18 Pengprov Muaythai Indonesia. Keikutsertaan berbagai daerah tersebut menunjukkan semakin luasnya ekosistem pembinaan Muaythai di Indonesia.
Selain mempersiapkan atlet menuju agenda internasional, PBMI juga tengah menyiapkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Muaythai Championship yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada 2027.
Azwan menegaskan para juara IMC 2026 tidak otomatis mendapatkan tempat permanen di Pelatnas. Mereka tetap harus menjalani proses evaluasi melalui mekanisme promosi dan degradasi.
“Pasti akan diseleksi. Pasti akan ada promosi dan degradasi bagi atlet-atlet yang ada di Pelatnas,” tegasnya.
Apresiasi untuk Jawa Barat
Sekretaris Umum Pengprov Muaythai Jawa Barat, D.K.P. Tine Yowargana, mengatakan keberhasilan Jawa Barat menjadi daerah dengan perolehan medali terbanyak merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut perempuan yang akrab disapa Tingting tersebut, capaian itu tidak terlepas dari kesiapan atlet, kualitas pelatih, serta kerja keras seluruh tim sejak masa persiapan hingga pertandingan.
“Saya sangat bersyukur, hasil ini sangat membanggakan. Para atlet Jawa Barat tampil luar biasa, bukan hanya dari sisi teknik dan fisik, tetapi juga mental bertanding. Mereka mampu menjaga fokus, menjalankan strategi yang diberikan pelatih, dan menunjukkan semangat juang yang tinggi di setiap pertandingan,” ujar Tingting.
Ia menilai persaingan dalam IMC 2026 cukup ketat karena mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
Karena itu, raihan 41 medali emas, 49 perak, dan 48 perunggu menjadi capaian yang patut diapresiasi sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan pembinaan pada masa mendatang.
“Medali ini bukan sekadar angka. Di balik setiap medali ada latihan panjang, disiplin, pengorbanan, dan keberanian para atlet untuk bertanding membawa nama Jawa Barat. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas atlet agar semakin siap menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional,” katanya.
Perkuat Persaudaraan dan Pembinaan
LaNyalla menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan IMC 2026, mulai dari panitia penyelenggara, Pemerintah Kota Bekasi, aparat keamanan, tim medis, para Ketua Pengprov Muaythai Indonesia, manajer tim, pelatih, atlet, hingga masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan IMC 2026 tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi juga dari semakin kuatnya persaudaraan antardaerah, meningkatnya kualitas penyelenggaraan, serta tumbuhnya optimisme Muaythai Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia.
“Semoga momentum Kejurnas ini semakin mempererat tali persaudaraan kita dan menjadi fondasi yang kokoh untuk kejayaan Muaythai Indonesia di masa depan,” pungkasnya.(ara)
