KILASJATIM. COM, Jakarta — Setelah dikenal sebagai seorang pendakwah yang kerap wara-wiri di YouTube, Habib Jafar kini menebar nilai kebaikan melalui layar lebar. Habib Jafar mengajak warga Surabaya menonton terlebih dulu film yang diadaptasi dari buku best seller-nya, Seni Merayu Tuhan. Setelah dikenal sebagai seorang pendakwah yang kerap wara-wiri di YouTube, Habib Jafar kini menebar nilai kebaikan melalui layar lebar.
Melalui kisah Hikmah (Ari Irham), pemuda tersesat yang ditinggal mati ibunya, film ini memberikan penonton pelajaran dan momen reflektif tentang proses pendewasaan dan mencari jalan kebaikan. Hikmah berusaha untuk mendekatkan diri ke Tuhan, agar ia bisa mendoakan mendiang ibunya, tetapi ia justru semakin jauh dan melukai orang-orang di sekitarnya.
Warga Surabaya pun menjadi saksi pertama film Seni Merayu Tuhan menghadirkan kisah haru dan hangat. Banyak dari penonton merasa relate dengan perjalanan yang dilalui Hikmah.
“Ketika banyak orang bersemangat untuk kembali ke Tuhannya tapi cenderung pendekatannya hanya secara ritual, film Seni Merayu Tuhan ingin mengajak kita semua untuk kembali berefleksi, apakah cara kita beribadah dan menjalani kehidupan hanya untuk mencapai tujuan semu atau benar-benar dilandasi keikhlasan? Semoga film ini bisa menjadi ruang kontemplatif untuk kita bisa kembali berbuat kebaikan sepenuh hati,” ujar Habib Jafar.
Film Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfandy. Film ini menjadi debut penyutradaraan editor Pemenang Piala Citra FFI Cesa David, dengan produser Salman Aristo dan Sigit Pratama, serta produser eksekutif Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania.
“Cerita di film ini diadaptasi dari buku saya, yang sebelumnya juga pernah menjadi program di YouTube saya. Namun ketika diadaptasi ke layar lebar, beda lagi ceritanya. Film ini masih membicarakan tentang spiritualitas, tapi utamanya adalah cerita tentang pendewasaan, baik dalam kisah cinta, remaja, relasi anak dan ibu, dan relasi persahabatan,” tambah Habib Jafar.
Dikemas dengan genre drama coming of age, Seni Merayu Tuhan menjadi film yang memberikan refleksi tentang proses pendewasaan dan cerminan bagi banyak anak muda tentang mencari makna dalam hidup.
“Poin utama film Seni Merayu Tuhan adalah tentang proses memaknai keikhlasan dan penerimaan diri. Tidak semua persoalan hidup harus menemukan jawaban atau kesembuhan pada saat itu juga. Proses pendewasaan seseorang dalam hidup terus berjalan dan tak pernah ada kata titik. Namun, yang menjadi penting adalah bagaimana kita berupaya untuk terus menjadi lebih baik dari kemarin,” ujar produser Sigit Pratama.
Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem. Film Seni Merayu Tuhan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. (nov)
