KILASJATIM.COM, Surabaya – Meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, DPD Partai Demokrat Jawa Timur mulai memanaskan mesin partai. Konsolidasi organisasi dipercepat dengan memperkuat struktur kepengurusan, memperluas jaringan konstituen, hingga menyiapkan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS).
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) serta Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) di Hotel Luminor Surabaya, Rabu (5/8). Kegiatan itu diikuti 76 peserta dari 38 DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Pelaksana Tugas Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Mugianto, mengatakan Rakerda menjadi momentum menyatukan langkah seluruh jajaran partai untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kami memberikan pembekalan sekaligus menyusun program kerja agar seluruh jajaran memiliki arah gerak yang sama,” ujar Mugianto.
Menurutnya, penguatan organisasi menjadi prioritas. Demokrat Jatim menargetkan kepengurusan di tingkat DPC, ranting, hingga anak ranting segera terbentuk secara lengkap agar mesin partai bekerja lebih efektif sampai tingkat akar rumput.
Di sisi lain, BPJK diberi tugas memperluas basis dukungan melalui komunikasi yang lebih intensif dengan berbagai elemen masyarakat. Para pengurus juga dibekali strategi menyampaikan visi, misi, dan program Partai Demokrat kepada publik.
Tak hanya itu, Demokrat Jatim mulai memetakan kebutuhan saksi di setiap TPS. Langkah tersebut dilakukan agar saat tahapan Pemilu 2029 dimulai, kebutuhan perangkat pemenangan sudah siap.
“Kami ingin seluruh struktur partai segera lengkap. Setelah itu, kami menyiapkan calon saksi di setiap TPS sehingga kebutuhan organisasi dan pemenangan bisa terpenuhi,” kata Mugianto.
Selain memperkuat organisasi, Demokrat Jatim juga fokus pada kaderisasi. Kader baru dibekali pemahaman mengenai ideologi, sistem organisasi, serta arah perjuangan partai. Kepengurusan di seluruh tingkatan juga didorong memenuhi bahkan melampaui kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan.
Mugianto menilai tingginya respons masyarakat terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi modal penting bagi partai. Menurutnya, setiap kunjungan AHY ke Jawa Timur selalu mendapat sambutan positif.
“Kinerja Mas AHY menjadi modal yang baik untuk terus kami sosialisasikan. Kepercayaan masyarakat itu harus dijawab dengan kerja nyata seluruh kader,” ujarnya.
Demokrat Jawa Timur optimistis konsolidasi yang dimulai lebih awal akan berdampak pada peningkatan perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
“Target kami jelas, Demokrat Jawa Timur harus meraih hasil yang lebih besar dibandingkan saat ini,” pungkas Mugianto. (FRI)
