Operasi SAR KM Mutiara Sentosa II Ditutup, Basarnas Beber Fakta Baru Korban

oleh -65 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Basarnas Hentikan SAR KM Mutiara Sentosa II (Foto: dok kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap fakta baru terkait insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura. Lima korban meninggal dipastikan bukan akibat terbakar, melainkan diduga terjatuh dari ketinggian saat kapal mulai miring sebelum akhirnya tenggelam.

Bersamaan dengan itu, Basarnas resmi menghentikan operasi SAR khusus pada Selasa (4/8/2026) setelah seluruh penumpang berhasil terdata. Dari total 238 orang di atas kapal, sebanyak 233 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan hasil operasi dan keterangan para penyintas menunjukkan seluruh penumpang telah diarahkan menuju anjungan serta diminta mengenakan jaket pelampung sebelum menyelamatkan diri.

“Korban yang meninggal bukan karena terbakar. Posisi anjungan terhadap permukaan air lebih dari tujuh meter. Saat kapal semakin miring, diperkirakan korban terjatuh dari ketinggian lebih dari 10 meter,” kata Syafii dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (5/8/2026).

Menurut Syafii, kru kapal telah mengarahkan seluruh penumpang meninggalkan area berbahaya dan mengenakan life jacket sebelum kapal kehilangan keseimbangan. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan para korban selamat.

“Dari informasi yang kami peroleh, seluruh korban telah memakai life jacket,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan jaket pelampung menjadi faktor penting yang menyelamatkan ratusan penumpang. Sebagian besar korban selamat harus bertahan terapung di laut sekitar dua jam sebelum dievakuasi kapal-kapal yang melintas.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Syafii mengatakan keputusan menghentikan operasi SAR khusus diambil setelah Basarnas mencocokkan data manifes dari Kesyahbandaran dan operator kapal. Hasil verifikasi menunjukkan jumlah orang di atas kapal sesuai, yakni 238 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan tenaga operasional.

Baca Juga :  Pencarian Mahasiswa yang Dilaporkan Hilang di Bukit Krapyak Pacet Mojokerto Dihentikan

“Dengan jumlah penumpang yang kami konfirmasi 238 orang, data korban dan penumpang sudah sesuai. Karena itu operasi SAR khusus secara resmi dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan,” katanya.

Meski operasi khusus berakhir, Basarnas tetap membuka posko pengaduan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan dari keluarga yang merasa kerabatnya belum ditemukan.

Jika muncul laporan baru, Basarnas memastikan operasi pencarian dapat kembali dibuka sesuai perkembangan di lapangan.

Selain itu, Basarnas juga siap mendukung proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) apabila diperlukan, termasuk membantu pencarian posisi bangkai KM Mutiara Sentosa II yang kini tidak lagi terlihat di permukaan laut.

“Kalau KNKT membutuhkan keberadaan kapal itu, kami siap mendukung. Namun bila ada laporan korban hilang, fokus operasi kembali pada pencarian korban,” ujar Syafii.

Dengan berakhirnya operasi SAR khusus, penanganan insiden kini beralih ke tahap pemantauan dan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal yang menewaskan lima orang tersebut. (cit)