Komisi D DPRD Surabaya Tinjau Sekolah Rakyat Kedung Cowek, Soroti Pendamping Siswa

oleh -82 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Komisi D DPRD Kota Surabaya melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di kawasan Kedung Cowek, Surabaya.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan sarana dan prasarana, sistem pembelajaran, hingga pola pembinaan karakter siswa yang tinggal di asrama.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes, mengapresiasi fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat tersebut.

Menurut dia, meski baru diserahterimakan beberapa hari sebelumnya, sekolah telah memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang proses pendidikan.

“Pertama kali kami melihat sekolah ini, tempatnya sangat bagus dan seluruh peralatannya juga sangat baik. Walaupun baru diserahterimakan beberapa hari yang lalu, fasilitas yang tersedia sudah sangat memadai,” ujar Michael, Selasa, 4/8/2026.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan fasilitas belajar, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar siswa yang tinggal di asrama.

Siswa mendapatkan makan tiga kali sehari, fasilitas belajar, serta pembinaan kerohanian sesuai agama masing-masing. Bagi siswa muslim, tersedia kegiatan mengaji tiga kali dalam sepekan.

Menurut Michael, pola tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemandirian.

Meski demikian, Komisi D menemukan sejumlah kebutuhan yang masih perlu diperkuat, salah satunya tenaga pendamping siswa.

Idealnya, satu pembimbing mendampingi sekitar 15 anak. Namun, keterbatasan sumber daya manusia membuat seorang pendamping saat ini menangani lebih dari 20 siswa.

“Ke depan tentu masih diperlukan penambahan tenaga pendamping agar proses pembinaan terhadap anak-anak dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Selain tenaga pendamping, Michael menilai sekolah masih membutuhkan fasilitas penunjang seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta petugas untuk membantu penataan dan kebersihan area luar sekolah.

Baca Juga :  Kepala BGN: Kalau Tidak Bisa Penuhi Standar, Kita Tutup

Di sisi lain, ia mengapresiasi pembiasaan hidup mandiri yang diterapkan. Siswa dilatih menjaga kebersihan kamar, asrama, dan ruang belajar. Para guru juga memberikan teladan melalui jadwal piket kebersihan.

Pembinaan disiplin turut diperkuat oleh para pembina dari Taruna Angkatan Laut. Siswa dibiasakan memahami disiplin, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya merasa salut. Penilaian saya sangat baik. Anak-anak sejak awal diajarkan mengenai character building, mulai dari disiplin, menjaga kebersihan, integritas hingga tanggung jawab,” ujar Michael.

Ia menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Menurutnya, pendidikan yang baik dan pembentukan karakter dapat membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan menjadi penggerak perubahan bagi keluarganya.

Michael juga menyoroti aspek psikologis siswa, terutama anak usia SD yang tinggal jauh dari keluarga. Sekolah menyediakan waktu khusus bagi orang tua untuk berkunjung agar hubungan anak dan keluarga tetap terjaga.

Ia berharap program tersebut dapat terus diperkuat sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan berkualitas dan tumbuh menjadi generasi yang mandiri.

“Semoga program yang sangat baik ini benar-benar mampu mengangkat anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi generasi yang mandiri dan berdaya,” pungkasnya.(Den/Fri)