KILASJATIM.COM, Malang – Kebakaran hutan di kawasan Blok Bantengan membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo. Meski begitu, wisatawan masih dapat berkunjung melalui dua pintu masuk yang tetap dibuka.
Balai Besar TNBTS menutup akses wisata melalui jalur Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang mulai Senin (3/8) pukul 22.00 WIB. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman kebakaran sekaligus menjamin keselamatan pengunjung.
Sementara itu, akses menuju kawasan Bromo masih dibuka melalui pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.
Namun, wisatawan hanya diperbolehkan beraktivitas hingga kawasan Lautan Pasir. Pengunjung dilarang memasuki kawasan Savana karena masih menjadi lokasi penanganan kebakaran.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api selama berada di kawasan taman nasional.
“Masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata diharapkan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama,” demikian bunyi pengumuman resmi Balai Besar TNBTS, Selasa (4/8).
Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih berlangsung. Balai Besar TNBTS juga belum menetapkan kapan jalur wisata yang ditutup akan kembali dibuka.
Sebelumnya, kebakaran hutan terjadi di kawasan Blok Bantengan pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Penutupan sebagian akses wisata dilakukan agar proses pemadaman berjalan optimal sekaligus mengurangi risiko bagi wisatawan.
Balai Besar TNBTS mengimbau pengunjung untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kebakaran dan mematuhi seluruh pembatasan yang diberlakukan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman. (cit)
