KILASJATIM.COM, Surabaya – Persebaya dipastikan tanpa Alex Martins saat menghadapi Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8). Striker asal Brasil itu masih menjalani pemulihan setelah mengalami dislokasi bahu saat menghadapi Port FC di laga terakhir Grup B.
Cedera terjadi pada penghujung pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8). Alex terjatuh usai berduel dengan pemain lawan dan salah mendarat sehingga bahunya mengalami dislokasi.
Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya atau dr. Tommy, mengatakan tim medis sempat berupaya melakukan reposisi bahu di lapangan. Namun, tindakan tersebut tidak berhasil sehingga Alex harus dirujuk ke rumah sakit.
“Alex mengalami dislokasi bahu. Reposisi sempat kami lakukan di lapangan, tetapi tidak optimal sehingga kami merujuknya ke Mayapada Hospital untuk penanganan lanjutan,” kata dr. Tommy di laman resmi klub yang dikutip, Selasa (4/8/2026).
Di rumah sakit, Alex menjalani tindakan reposisi dengan pembiusan dan prosedur berlangsung lancar. Setelah itu, ia langsung memasuki tahap rehabilitasi yang melibatkan dokter spesialis ortopedi, kedokteran olahraga, serta kedokteran fisik dan rehabilitasi.
Menurut dr. Tommy, kondisi Alex terus menunjukkan perkembangan positif. Posisi bahunya sudah kembali normal dan tim medis juga telah melakukan pemeriksaan MRI untuk memastikan tidak ada cedera lanjutan pada jaringan di sekitar sendi bahu.
“Perkembangannya cukup baik. Bahunya sudah kembali normal dan saat ini kami masih mengevaluasi hasil MRI sebagai bagian dari proses pemulihan,” ujarnya.
Meski demikian, tim medis memastikan Alex belum dapat diturunkan pada semifinal melawan Arema FC. Fokus utama saat ini adalah menyelesaikan program rehabilitasi agar pemain berusia 32 tahun itu bisa kembali dalam kondisi terbaik.
“Untuk semifinal Piala Presiden, Alex dipastikan belum bisa bermain. Prioritas kami adalah pemulihan secara bertahap,” tegas dr. Tommy.
Pelatih Bernardo Tavares mengakui absennya Alex menjadi kehilangan bagi Persebaya. Namun, ia menegaskan Green Force tidak bergantung pada satu pemain dan telah membangun kekuatan tim secara kolektif.
“Alex memang pemain penting, tetapi kami tidak bergantung pada satu individu. Kami memiliki skuad yang siap mengambil peran ketika ada pemain yang cedera,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Sebelum mengalami cedera, Alex tampil sebagai penentu kemenangan Persebaya atas Port FC. Masuk pada awal babak kedua, ia hanya membutuhkan dua menit untuk mencetak gol yang memastikan Green Force menang 2-1 sekaligus menyapu bersih tiga laga Grup B dengan raihan sembilan poin.
Kini, Persebaya harus menghadapi Arema FC tanpa striker andalannya. Sementara itu, tim medis berharap proses rehabilitasi Alex berjalan sesuai rencana sehingga ia dapat segera kembali memperkuat Green Force pada kompetisi mendatang. (cit)
