KILASJATIM.COM, Gresik – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai program Pasar Murah yang rutin digelar Pemprov Jatim efektif membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menahan laju inflasi.
Penilaian itu disampaikan setelah Pasar Murah ke-89 digelar di Kabupaten Gresik. Seluruh komoditas yang dijual habis diserap masyarakat dengan nilai transaksi mencapai Rp66,88 juta.
Menurut Lia, tingginya antusiasme warga menunjukkan program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
“Pasar murah menjadi bentuk keberpihakan kepada masyarakat. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, program ini juga membantu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” kata Lia, Minggu (2/8/2026).
Anggota Komite III DPD RI itu menilai pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan moneter. Pemerintah daerah, kata dia, juga perlu terus memperkuat intervensi melalui pasar murah, operasi pasar, dan penguatan distribusi pangan.
Ia menambahkan, stabilitas harga akan berdampak langsung pada terjaganya daya beli masyarakat sehingga turut menopang kesejahteraan warga.
Lia juga menyoroti habisnya seluruh komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kondisi itu menjadi indikator bahwa program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain mengapresiasi pelaksanaan pasar murah, Lia mendukung ajakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih selama 1-31 Agustus 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong.
“Mengibarkan Merah Putih merupakan simbol kecintaan kepada Indonesia. Semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lia berharap program Pasar Murah terus diperluas, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerentanan inflasi tinggi. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, pelaku usaha, dan kelompok tani agar program tersebut semakin berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan pasar murah menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga ketahanan ekonomi sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (FRI/cit)
