Ina Ammania Ajak Calon Jemaah Haji 2027 Persiapkan Diri Sejak Dini, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Manasik

oleh -310 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, mengajak seluruh calon jemaah haji untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini dalam menghadapi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Persiapan tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga kesehatan fisik, mental, dan pemahaman ibadah agar pelaksanaan haji berjalan aman, nyaman, dan lancar.

Ajakan tersebut disampaikan Ina Ammania saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, pimpinan KBIHU, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, petugas haji, serta calon jemaah haji tahun 2027.

Ina memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Menurutnya, seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, pembinaan, pemberangkatan, pelayanan di embarkasi hingga pemulangan jemaah telah berjalan dengan baik berkat sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, serta berbagai pihak terkait.

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus disempurnakan seiring perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Ina menjelaskan, secara nasional Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221.000 jemaah pada musim haji 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Karakteristik jemaah Indonesia yang didominasi kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi menjadi tantangan tersendiri sehingga pelayanan kesehatan harus terus diperkuat.

Sementara di Kabupaten Bondowoso, sebanyak 916 jemaah diberangkatkan pada musim haji 2026 yang terbagi dalam tiga kelompok terbang. Menurut Ina, keberhasilan tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya.

Baca Juga :  Antrean Haji Indonesia Turun Drastis, Kini Tinggal Sekitar 26 Tahun.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan tahapan penyelenggaraan haji 1448 Hijriah atau tahun 2027 lebih awal. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus menyesuaikan proses persiapan, mulai dari administrasi, kontrak layanan, hingga kesiapan data calon jemaah.

“Kesiapan calon jemaah harus dimulai dari sekarang. Pastikan data administrasi sudah benar, cek nomor porsi secara berkala, siapkan pelunasan biaya sesuai jadwal pemerintah, dan yang paling penting adalah menjaga kesehatan,” ujarnya.

Menurut Ina, aspek kesehatan kini menjadi syarat utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah Arab Saudi menerapkan ketentuan istitha’ah kesehatan secara lebih ketat sehingga calon jemaah yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan berpotensi tidak dapat diberangkatkan.

Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2026, secara nasional tercatat 345 calon jemaah batal berangkat karena tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan. Selain itu, sebanyak 369 jemaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji, yang sebagian besar berasal dari kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi.

Karena itu, Ina mengajak seluruh calon jemaah haji di Bondowoso untuk mulai membiasakan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengendalikan penyakit kronis, berolahraga secara rutin, serta mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dan manasik haji.

Ia juga menegaskan bahwa pembinaan manasik ke depan tidak cukup hanya membahas tata cara ibadah, tetapi harus diperluas dengan materi kesiapan fisik, kesehatan, penggunaan teknologi layanan haji, hingga simulasi menghadapi berbagai kondisi selama berada di Tanah Suci.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan, Ina Ammania menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelenggaraan ibadah haji agar semakin profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, keluarga, hingga calon jemaah sendiri.

Baca Juga :  Apel Pengamanan VVIP digelar Secara Serentak di Surabaya dan Sumenep

Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh calon jemaah haji, khususnya di Kabupaten Bondowoso, dapat mempersiapkan diri lebih matang sehingga mampu menunaikan ibadah haji dengan aman, sehat, lancar, dan memperoleh haji yang mabrur.(wan)