KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kondisi infrastruktur pertanian di Kabupaten Bondowoso kembali menjadi perhatian. Dalam kegiatan reses Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Martin Hamonangan, mayoritas aspirasi masyarakat mengerucut pada kebutuhan pembangunan jalan usaha tani serta perbaikan jaringan irigasi yang dinilai mendesak untuk menunjang aktivitas pertanian.
Kegiatan penyerapan aspirasi yang digelar di Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, dan Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Kamis (30/7/2026) malam itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi di lapangan.
Petani mengaku masih kesulitan membawa pupuk maupun mengangkut hasil panen karena akses menuju lahan pertanian belum memadai. Sebagian besar jalan usaha tani masih sempit sehingga kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau area persawahan. Kondisi tersebut membuat biaya angkut semakin tinggi dan mengurangi keuntungan petani.
Di sisi lain, persoalan irigasi juga menjadi keluhan yang tak kalah penting. Sejumlah saluran yang rusak dan mengalami kebocoran menyebabkan distribusi air tidak merata. Saat musim kemarau tiba, sebagian lahan harus menunggu giliran pengairan lebih lama sehingga berpotensi mengganggu produktivitas tanaman.
Perwakilan warga Desa Jebung Lor, Sahroni, mengatakan persoalan akses jalan dan irigasi sudah lama menjadi harapan masyarakat untuk segera dibenahi.
“Kita mau angkut pupuk dan hasil pertanian tidak bisa pakai mobil karena jalannya kecil. Kemudian irigasi juga banyak yang bocor. Apalagi sekarang musim kemarau, ada daerah yang tiga hari sekali baru mendapat giliran air,” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Martin Hamonangan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Menurutnya, jalan usaha tani dan jaringan irigasi menjadi dua fasilitas dasar yang harus dipenuhi agar aktivitas pertanian berjalan lebih efisien.
“Jalan menuju sawah adalah akses ekonomi. Di situlah hasil panen diangkut dan pupuk didistribusikan. Kalau infrastrukturnya buruk, biaya produksi akan semakin tinggi,” katanya.
Martin menilai pembangunan infrastruktur tidak boleh terhambat oleh persoalan kewenangan. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat memberikan dukungan anggaran untuk mempercepat pembangunan jalan usaha tani maupun rehabilitasi saluran irigasi yang menjadi kebutuhan masyarakat pedesaan.
Seluruh aspirasi yang diterima dalam reses tersebut, lanjutnya, akan dibawa ke DPRD Jawa Timur sebagai bahan perjuangan agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Fraksi PDI Perjuangan, Sinung Sudrajad, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Martin Hamonangan yang terus hadir di tengah masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi pembangunan.
Menurut Sinung, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjadi kunci agar usulan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap, khususnya dalam pembangunan infrastruktur pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Bondowoso.
“Kami selaku warga Bondowoso menyambut luar biasa keaktifan anggota DPRD Jatim di Dapil III, khususnya di Bondowoso. Semangat dan komitmennya tinggi dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat, termasuk ikut membantu progres pembangunan Bondowoso,” tutur Sinung.
Ia berharap hasil reses kali ini tidak berhenti sebagai catatan aspirasi, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi petani, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.(wan)
