KILASJATIM.COM, Surabaya – Indomilk FnB Solutions menutup rangkaian nasional Indomilk Bakepreneur Roadshow 2026 di Surabaya dengan mengajak chef, baker, pelaku hotel, pemilik kafe, dan pengusaha kuliner mengeksplorasi inovasi menu bite-sized pastry dan coffee pairing yang lebih aplikatif serta bernilai komersial. Kegiatan bertajuk The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing digelar di Sky Lounge, The Westin Surabaya, Kamis (30/7/2026), sebagai bagian dari komitmen PT Indolakto dalam mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia.
Program ini merupakan inisiatif Indomilk FnB Solutions, lini bisnis PT Indolakto, entitas anak perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, yang berfokus menyediakan solusi terintegrasi bagi pelaku industri F&B melalui produk dairy berkualitas, edukasi, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Sebelum tiba di Surabaya, roadshow telah diselenggarakan di Bandung, Bali, Semarang, dan Medan.
General Manager Cold Chain PT Indolakto, Adryan Widodo, mengatakan bahwa sinergi antara sajian makanan berkualitas dan budaya minum kopi masyarakat Indonesia menjadi peluang bisnis yang sangat besar bagi pelaku usaha kuliner.
“Sinergi antara sajian makanan berkualitas dan kebiasaan minum kopi masyarakat merupakan peluang emas yang harus ditangkap secara jeli oleh para pemilik bisnis. Melalui roadshow di lima kota ini, Indomilk FnB Solutions ingin mendampingi pelaku F&B mengoptimalkan peluang tersebut secara komersial lewat strategi coffee pairing dan kreasi bite-sized pastry yang aplikatif,” ujarnya.
Penyelenggaraan roadshow di Surabaya dilatarbelakangi tantangan industri F&B yang tengah menghadapi lonjakan harga bahan baku. Di sisi lain, konsumsi kopi nasional dinilai tetap kuat. Survei Jakpat 2025 menunjukkan 46 persen masyarakat Indonesia merupakan konsumen kopi harian, sehingga tren coffee pairing dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan melalui strategi upselling.
Dalam sesi demonstrasi kuliner, Guest Pastry Chef sekaligus President Indonesia Pastry and Bakery Society, Chef Louis Tanuhadi, memperkenalkan berbagai kreasi pastry global yang dipadukan dengan sentuhan lokal, seperti Lemon Raspberry Madeleine, Orange Cacao Spice Bread, Tiramichoux, Chocolate Sablé Cookie Caramel, Gluten-Free Moringa Financier, hingga Quiche Soto Ayam.

Chef Louis menilai pelaku usaha kuliner perlu menciptakan diferensiasi menu yang unik sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui pemanfaatan bahan baku lokal berkualitas.
“Tantangan terbesar para chef dan pemilik usaha kuliner hari ini adalah bagaimana menjaga roda bisnis tetap sehat dan menguntungkan saat harga bahan baku terus melonjak. Saya ingin menantang kemampuan dan kreativitas rekan-rekan chef di Indonesia untuk menjadi game changer dengan menciptakan diferensiasi menu yang unik sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya melalui produk berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada bahan baku impor,” katanya.
Surabaya dipilih sebagai kota penutup roadshow dengan mengangkat tema lokalisasi menu global. Selain pastry artisan, acara juga menghadirkan kolaborasi dengan para pemilik roastery dan kedai kopi terkemuka di Surabaya untuk menyajikan berbagai racikan kopi yang dipadukan dengan dessert.
Chef de Cuisine Magnolia Restaurant, Bagus Triandono, turut menghadirkan dua kuliner ikonik Surabaya, yakni Rawon Wagyu dan Tahu Tek, yang diolah dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan cita rasa autentiknya.
“Kami ditantang menggunakan produk Indomilk FnB Solutions dan menghadirkan cita rasa yang eksklusif. Saya memilih Rawon Wagyu dan Tahu Tek karena keduanya merupakan kuliner khas Surabaya yang sangat digemari. Harapannya, kekayaan kuliner Surabaya terus berkembang melalui berbagai inovasi,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut akan berlanjut melalui program Dessert Galore yang terinspirasi dari roadshow ini. Berbagai kreasi bite-sized pastry akan tersedia di Sky Lounge, The Westin Surabaya, mulai 1 Agustus hingga 30 September 2026.
Trade Marketing Food Service Manager PT Indolakto, Prita Utami Maheswari, menegaskan bahwa Indomilk FnB Solutions ingin berperan lebih dari sekadar penyedia bahan baku, melainkan sebagai mitra bisnis yang komprehensif bagi industri pastry, bakery, dan Horeka.
Menurutnya, produk seperti Australian Butter Baking Unsalted, Indomilk Good Milk UHT, dan Indomilk Susu Bubuk Full Cream menjadi solusi untuk menjaga stabilitas adonan, konsistensi rasa premium, sekaligus efisiensi biaya produksi.
“Selama lebih dari 50 tahun, Indomilk FnB Solutions telah membangun ekosistem tujuh kategori solusi dairy yang mencakup butter, fresh milk, susu UHT, susu bubuk, evaporasi, kental manis, dan es krim dengan jaringan distribusi nasional serta sertifikasi halal dan standar keamanan pangan internasional,”jelasnya.
Prita berharap berakhirnya Indomilk Bakepreneur Roadshow 2026 di Surabaya bukan menjadi akhir kolaborasi, melainkan awal dari semakin banyak inovasi menu global bercita rasa lokal yang mampu memperkuat daya saing industri F&B Indonesia.(kar)
