KILASJATIM.COM, Pasuruan – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Surabaya-Malang, tepatnya di Desa Mojorejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2026). Sebuah truk trailer bermuatan gelondongan kertas diduga mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan, sepeda motor, dan rumah warga. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses evakuasi masih berlangsung hingga sekitar pukul 09.30 WIB. Truk trailer bernomor polisi DK 8019 DG masih menancap di teras rumah warga setelah menghantam deretan bangunan di tepi jalan.
Akibat kecelakaan itu, sedikitnya tujuh rumah mengalami kerusakan pada bagian teras. Sejumlah kendaraan yang terlibat juga belum berhasil dievakuasi, termasuk truk tangki air dan beberapa truk lain yang berada di jalur Surabaya-Malang. Di sisi jalan sebaliknya, sebuah truk bernomor polisi S 9137 UZ turut terperosok ke rumah warga.
Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat truk trailer diduga kehilangan fungsi pengereman sekitar 200 meter sebelum lokasi kejadian. Kendaraan besar itu kemudian menghantam truk di depannya hingga memicu tabrakan beruntun.
“Trailer kemungkinan rem blong. Setelah menabrak truk pertama, kendaraan itu kembali menghantam truk lain hingga akhirnya berhenti setelah menabrak teras rumah warga. Truk yang pertama ditabrak terpental ke lajur berlawanan dan mengenai truk tangki air,” kata Supaat, warga setempat.
Sementara itu, Satlantas Polres Pasuruan bersama Basarnas masih melakukan evakuasi korban dan kendaraan. Polisi mencatat sementara tiga orang meninggal dunia di lokasi, sedangkan jumlah korban luka masih dalam proses pendataan.
“Kami saat ini masih fokus melakukan evakuasi korban meninggal maupun korban luka-luka,” ujar Ipda Bagus P dari Satlantas Polres Pasuruan.
Kecelakaan tersebut juga memicu kemacetan panjang di kedua arah, baik dari Surabaya menuju Malang maupun sebaliknya. Arus lalu lintas tersendat karena proses evakuasi kendaraan berat dan penanganan para korban masih berlangsung. (cit)
