Riset Dosen Unesa Buka Peluang Obat Antikanker Berbasis Flora Indonesia

oleh -361 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kekayaan hayati Indonesia kembali menjadi perhatian dunia riset. Dosen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Ratih Dewi Saputri, bersama tim peneliti mengembangkan riset pemanfaatan tanaman tropis Indonesia sebagai kandidat obat antikanker berbasis bahan alam.

Penelitian yang dimulai sejak 2018 itu mengeksplorasi berbagai tanaman endemik dari Sumatra, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. Melalui pendekatan fitokimia modern, tim berhasil menemukan sejumlah senyawa bioaktif baru dari genus Garcinia dan Flemingia yang berpotensi sebagai antioksidan dan antikanker.

Dr. Ratih Dewi Saputri, Dosen Kimia Fakultas MIPA Unesa, mengatakan penelitian tersebut tidak hanya bertujuan menemukan senyawa baru, tetapi juga menghadirkan alternatif terapi kanker yang lebih aman dan selektif. “Kami ingin menjadikan kekayaan biodiversitas Indonesia sebagai sumber inovasi kesehatan. Harapannya, senyawa alami dari tanaman tropis dapat berkembang menjadi kandidat obat antikanker yang efektif, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ratih.

Fokus penelitian kini diarahkan pada pengembangan kandidat terapi untuk kanker serviks dan kanker payudara, dua jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Tim juga memanfaatkan pendekatan molecular docking dan network pharmacology untuk mempercepat proses identifikasi senyawa yang memiliki potensi tinggi sebagai obat.

Selama lebih dari delapan tahun, riset tersebut telah menghasilkan berbagai luaran, mulai dari Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), buku ber-ISBN, hingga publikasi pada jurnal internasional bereputasi Q2 dan Q3. Penelitian ini juga memperkuat kolaborasi riset nasional dan internasional serta mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui riset berkelanjutan ini, Dosen Kimia Fakultas MIPA Unesa berharap kekayaan flora tropis Indonesia, khususnya dari kawasan timur Nusantara, dapat menjadi sumber lahirnya inovasi obat berbasis bahan alam yang mampu berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan dunia.(tok)

Baca Juga :  Crystal Palace Juara Liga Konferensi Europa UEFA 2026, Taklukkan Rayo Vallecano 1-0 di Final