KILASJATIM.COM, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencatatkan prestasi nasional dengan memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada peringatan Dies Natalis ke-65 ITS dan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ITS. Rekor tersebut diraih melalui penyelenggaraan skrining kanker prostat gratis berbasis Prostate-Specific Antigen (PSA) bagi 420 peserta.
Jumlah tersebut tercatat MURI sebagai pelaksanaan skrining kanker prostat dengan jumlah peserta terbanyak. Piagam penghargaan MURI diserahkan kepada Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati dan Sekretaris Institut Umi Laili Yuhana, Selasa (23/12/2025).
Capaian ini merupakan hasil sinergi antara Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS, DWP ITS, Pemerintah Kota Surabaya, serta Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menyampaikan bahwa rekor tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
“Rekor ini menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran sivitas akademika dan masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan,” ujarnya.
Deteksi dini kanker prostat dinilai krusial untuk menekan risiko fatalitas penyakit sekaligus memperkuat kepedulian institusi terhadap kesehatan masyarakat. Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS Lukman Hakim mengungkapkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, kasus kanker prostat di Asia meningkat hingga tiga kali lipat.
“Lebih dari 50 persen pasien di Indonesia terdeteksi pertama kali pada stadium lanjut. Karena itu, skrining massal ini menerapkan prosedur medis yang ketat dengan metode Rapid PSA Test,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan skrining tersebut, sekitar 30 persen peserta berasal dari sivitas akademika ITS, sementara sisanya merupakan masyarakat dengan risiko tinggi kanker prostat. ITS memastikan pendampingan berkelanjutan bagi peserta yang hasil pemeriksaannya berada di atas ambang normal.
Data hasil pemeriksaan dijaga kerahasiaannya dan disampaikan secara personal kepada peserta sebagai rujukan untuk pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis urologi.
Sementara itu, DWP ITS berperan aktif dalam menumbuhkan budaya hidup preventif melalui kolaborasi lintas pihak dan edukasi kesehatan. Upaya tersebut diperkuat dengan penyelenggaraan seminar awam yang diikuti sekitar 1.300 peserta dan dinilai efektif meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin tiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta poin tujuh belas terkait kemitraan.
Sertifikat MURI yang diraih menegaskan kuatnya kolaborasi lintas elemen sekaligus memperkuat komitmen ITS dalam berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup bangsa.(tok)




