Lagi, 115 Napi High Risk Lapas Porong Dipindah ke Nusakambangan

oleh -90 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok Ditjenpas/Ist

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) kembali memindahkan narapidana kategori risiko tinggi (high risk) dari Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, ke Pulau Nusakambangan. Kali ini sebanyak 115 warga binaan dipindahkan, menjadikannya gelombang kedua sepanjang 2026 setelah sebelumnya 14 narapidana lebih dulu dikirim pada Januari lalu.

Pemindahan dilakukan pada Minggu (19/7/2026) berdasarkan hasil asesmen risiko untuk menyesuaikan pola pembinaan dan pengamanan. Dari total 115 narapidana, sebanyak 36 berasal dari Jawa Timur dan 79 lainnya dari Sulawesi.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, mengatakan pemindahan merupakan bagian dari penerapan sistem klasifikasi narapidana sesuai hasil asesmen.

“Tujuannya agar pembinaan dan pengamanan diberikan sesuai tingkat risiko masing-masing narapidana,” kata Kusnali, Senin (20/7/2026).

Seluruh proses pemindahan dikawal ketat oleh Tim Pengamanan Intelijen (Pamintel) Ditjenpas, personel Brimob, serta petugas Lapas Kelas I Surabaya.

Menurut Kusnali, Nusakambangan dipilih karena memiliki sistem pengamanan, sumber daya manusia, dan fasilitas yang dirancang khusus untuk menangani narapidana kategori high risk. Dengan penempatan tersebut, proses pembinaan diharapkan berjalan lebih efektif sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman menegaskan pemindahan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

“Warga binaan yang melakukan pelanggaran disiplin, mengganggu keamanan dan ketertiban, atau memiliki tingkat risiko tinggi akan ditindak sesuai ketentuan, termasuk dipindahkan ke Nusakambangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, narapidana kategori high risk membutuhkan pola pembinaan dan sistem pengamanan yang lebih ketat. Karena itu, penempatan di Nusakambangan dinilai lebih sesuai agar proses pembinaan berjalan optimal sekaligus mendukung terciptanya keamanan di lingkungan pemasyarakatan. (cit)

Baca Juga :  Usai KBS, Wali Kota Eri 'Bersih-bersih' BUMD Surabaya Kini PD Pasar Surya