KILASJATIM.COM, Bondowoso – Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso terus mematangkan persiapan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Timur melalui uji coba yang digelar untuk jenjang SD dan SMP. Simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan lancar saat pelaksanaan resmi.
Uji coba jenjang SMP telah dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di SMP Negeri 1 Bondowoso. Sementara uji coba jenjang SD berlangsung pada Rabu (15/7/2026) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., mengatakan, uji coba tersebut dirancang agar seluruh mekanisme pelaksanaan sama seperti saat OSN Provinsi nanti. Untuk jenjang SD, seleksi tingkat provinsi akan digelar pada 20 Juli 2026, sedangkan jenjang SMP pada 23 Juli 2026 secara serentak di seluruh Jawa Timur.
“Uji coba ini untuk menggambarkan pelaksanaan sebenarnya. Sistem, mekanisme, hingga suasananya akan sama seperti saat pelaksanaan OSN Provinsi nanti,” ujarnya.
Menurut Taufan, pelaksanaan tahun ini juga mengalami peningkatan dari sisi fasilitas. Menindaklanjuti masukan DPRD Bondowoso, seluruh peserta kini mengikuti ujian menggunakan meja dan kursi sehingga lebih nyaman dibanding pelaksanaan tingkat kabupaten sebelumnya yang masih ada peserta duduk lesehan.
Bondowoso tahun ini berhasil memenuhi kuota peserta OSN Provinsi jenjang SD, yakni masing-masing 27 peserta bidang Matematika dan IPA serta 21 peserta bidang IPS. Sementara jenjang SMP juga mengirimkan peserta sesuai kuota yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, hingga saat ini Dinas Pendidikan belum menerima nilai hasil seleksi dari Pusat Prestasi Nasional. Pihaknya baru menerima surat penetapan nama-nama peserta yang berhak mengikuti OSN tingkat Provinsi.
Selain menjadi ajang mengukir prestasi, Taufan menegaskan bahwa keberhasilan menjadi juara OSN juga memberikan keuntungan bagi siswa saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Peraih juara OSN tingkat kabupaten memperoleh sertifikat yang diakui sebagai salah satu komponen dalam SPMB. Ini menjadi nilai tambah bagi mereka untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Demikian pula siswa SMP yang berprestasi memiliki peluang lebih besar diterima di SMA yang diinginkan karena prestasinya diakui,” jelasnya.
Menurutnya, manfaat tersebut membuat para orang tua semakin antusias mendorong putra-putrinya mengikuti OSN.
“Orang tua tentu berharap anaknya menjadi juara OSN. Selain membanggakan, prestasi itu menjadi bekal untuk masuk ke sekolah favorit. Harapan kami, semakin banyak siswa Bondowoso yang lolos ke OSN Nasional, bahkan mampu menjadi juara dan mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.(wan)
