KILASJATIM.COM, Surabaya – Demam olahraga padel di Surabaya mulai merambah kalangan anak-anak. Jika sebelumnya lapangan padel didominasi pemain dewasa, kini semakin banyak anak yang ikut mengenal olahraga tersebut setelah menemani orang tuanya berlatih. Fenomena ini mendorong sejumlah akademi mulai membuka program pembinaan usia dini untuk mengembangkan minat sekaligus menyiapkan regenerasi atlet di masa depan.
Head Coach Berani Padel Academy, Irsada Arroissi, mengatakan perubahan tersebut terlihat dalam satu hingga dua tahun terakhir seiring meningkatnya jumlah komunitas, lapangan, hingga turnamen padel di Kota Pahlawan. Menurutnya, antusiasme anak-anak muncul secara alami karena mereka sering melihat orang tua bermain.
“Kurang lebih 70 persen member coaching class kami sudah berkeluarga. Saat latihan, mereka biasanya membawa anak yang menunggu di area lapangan sambil bermain gadget. Dari situ kami melihat peluang untuk mengajak anak-anak ikut bergerak aktif melalui olahraga padel,” kata Irsada.
Menurutnya, Berani Padel Academy kemudian menghadirkan Berani Padel Kids Academy sebagai wadah pembinaan yang dikemas dengan konsep bermain. Pendekatan tersebut dipilih agar anak-anak dapat belajar tanpa tekanan sekaligus menikmati setiap proses latihan.
Irsada menjelaskan padel memiliki karakter yang ramah bagi anak karena lapangannya lebih kecil dibanding tenis sehingga tidak terlalu menguras tenaga. Teknik dasar permainan juga relatif mudah dipelajari, sementara keberadaan dinding kaca yang menjadi bagian permainan membuat anak merasa seperti sedang bermain game.
“Anak-anak tidak harus langsung memiliki teknik yang sempurna untuk menikmati padel. Mereka bisa belajar sambil bermain, sehingga lebih mudah tumbuh rasa percaya diri dan ketertarikan terhadap olahraga ini,” ujarnya.
Dalam pembinaan, metode latihan disesuaikan dengan usia dan perkembangan fisik maupun psikologis anak. Peserta usia 4-6 tahun difokuskan pada permainan motorik dan koordinasi, sedangkan usia 7-9 tahun mulai dikenalkan teknik dasar. Memasuki usia 10-12 tahun, latihan diarahkan pada pemahaman taktik sederhana, sementara usia 13 tahun ke atas mulai memasuki latihan yang lebih kompetitif.
Selain kemampuan teknik, akademi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, hingga sportivitas melalui berbagai permainan dan tantangan yang dibuat variatif agar anak tidak merasa bosan.
Saat ini Berani Padel Academy memiliki 1.018 anggota di Reclub dan 457 pemain aktif dalam grup komunitas WhatsApp. Melihat perkembangan tersebut, Irsada optimistis Surabaya memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah penghasil atlet padel nasional apabila pembinaan dilakukan secara konsisten sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pemain padel yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, percaya diri, dan berani menghadapi tantangan. Prestasi akan mengikuti ketika fondasi itu dibangun dengan benar,” pungkasnya.(kar)
