310 Guru Surabaya Belajar AI untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

oleh -413 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 310 guru SD dan SMP di Kota Surabaya mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Selasa (7/7/2026). Pelatihan selama tiga hari itu mengusung tema: Transformasi Pembelajaran di Era Digital untuk Mewujudkan Guru Inovatif dan Berdampak.

Pelatihan membekali peserta dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun bahan ajar digital, media pembelajaran interaktif, hingga membangun Learning Management System (LMS) tanpa kemampuan pemrograman. Program ini menjadi bagian dari upaya Unusa mendukung transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Dosen Program Magister Pendidikan Dasar Unusa, Dr. Asmaul Lutfauziah, memperkenalkan konsep Science Storybook berbantuan AI sebagai metode pembelajaran yang menggabungkan sains dengan cerita agar materi lebih mudah dipahami siswa. “Anak-anak pada dasarnya menyukai cerita. Ketika konsep sains dikemas dalam bentuk cerita yang menarik, mereka lebih mudah memahami sekaligus mengingat materi. AI dapat membantu guru mempercepat penyusunan bahan ajar, namun kreativitas dan sentuhan pedagogis tetap berada di tangan guru,” ujar Dr. Asmaul.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa, Dr. Nafiah, menjelaskan bahwa guru perlu menguasai AI agar mampu menjadi penggerak transformasi pembelajaran di sekolah. “Perkembangan AI menuntut guru menjadi pemimpin transformasi pembelajaran, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Penguasaan AI harus dibarengi kemampuan pedagogis agar pembelajaran tetap berpusat pada peserta didik,” kata Dr. Nafiah.

Melalui pelatihan ini, Unusa berharap para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berdampak, sekaligus menjadi agen transformasi digital di sekolah tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis dalam pendidikan.(tok)

Baca Juga :  Unusa Raih Paten Kedelapan di Usia Ke-13